Category Archives: Bahan Kuliah S-2

BAGAIMANA MENULIS KARYA TULIS ILMIAH?*

Menulis, dalam pengertian yang sesungguhnya (ilmiah) adalah pekerjaan yang sering disebut gampang-gampang susah, artinya gampang dilakukan jika ada hasrat dan kemauan, dan susah jika tidak ada kemauan. Biasanya sulit untuk memulai tetapi mudah jika sudah terbiasa. Bahkan kalau orang sudah terbiasa menulis, terasa resah kalau ia tidak menulis.

KRITIK TERHADAP ILMU PENGETAHUAN

Di antara persoalan manusia yang paling tua adalah persoalan pencarian kebenara. Persoalan kebenaran tersebut berkembang semakin komplek sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia, lebih-lebih ketika pemikiran itu terkait dengan  keragaman dan kesatuan serta klaim manusia atas suatu kebenaran (truth claim).

ENAM KOMPONEN ILMU PENGETAHUAN

Pendahuluan

A.J. Bahm dalam  Axiology: The Science of Values mengatakan, ilmu pengetahuan terkait dengan masalah. Masalah adalah bagian dari ilmu pengetahuan. Jika tidak ada masalah, maka tidak akan muncul ilmu pengetahuan. Pengetahuan ilmiah adalah hasil dari pemecahan masalah ilmiah. Jika tidak ada masalah, maka tidak ada pemecahan masalah, dus dengan demikian tidak ada pengetahuan ilmiah. Untuk menjadi ilmiah, maka seseorang harus memiliki kemauan untuk mencoba memecahkan masalah.

HORIZON BARU KAJIAN ISLAM DI INDONESIA

Kritik terhadap agama (baca: produk pemikiran Islam) oleh sebagian besar umat Islam selama ini masih dianggap tabu dan tidak niscaya. Padahal yang disebut-sebut sebagai agama selama ini tidak lain adalah produk pemikiran ulama’ atau manusia yang tidak luput dari khilaf, debatable (ikhtilaf) dan sebagian besar  masih memerlukan reinterpretasi dan reaktualisasi.

Landasan Filosofis pendidikan

Pendidikan   :      (Man is the core of educational process ; M.Rahim shaleh Abdullah; Educational Theory a Qur’qnic Outlook, t.th; 47)

– …Sebuah usaha mendewasakan manusia (Kamus Besar Bhs.Indonesia)

– …Terbentuknya kepribadian yang utama bagi siterdidik (Ahmad D.Marimba)

– …Sebuah upaya memanusiakan manusia dan membudayakan manusia. Dst.

Aliran aliran pendidikan :

 

Empirisme  :      Dipelopori John Locke (1632-1704)

(tabularasa)        –      anak dilahirkan dalam keadaan putih bersih, bagaikan kertas kososng.

–         perilaku/perkembangan anak dipengaruhi/ditentukan oleh orang tua, sekolah,masyarakat (lingkungan, pengalaman, dst.)

–         tugas pendidikan adalah menciptakan manusia baru essayswriters.biz atau membentuk generasi baru

–         kegiatan pendidikan lebih terpusat pada pendidik (teacher center)

 

Nativisme  : Dipelopori oleh Arthur Schopenhaur (1768-1860)

(teori bakat)                 –      anak dilahirkan lengkap dengan pembawaan bakatnya

–         pendidikan hanya berperan membantu anak diidik untuk menjadi apa yang akan terjadi sesuai dengan potensi pembawaan yang dikandungnya

–         anak akan belajar rajin apabila mereka dalam keadaan gembira dan tertarik mempelajari sesuatu yang sesuai dengan bakat dan kecenderungannya.

–         Kegiatan pendidikan terpusat pada anak didik (child center)

 

Konvergensi       :         Dipelopori William Stern (1871-1939)

(realisme)    –      bahwa kepribadian anak dibentuk oleh faktor endogen (nativis) dan eksogen

(empiris) atau oleh faktor dasar dan ajar.

–         faktor dasar (pembawaan) tidak berarti apa-apa tanpa upaya dari luar yaitu usaha pendidikan, sebaliknya faktor ajar (pendidikan) juga tidak cukup dan akan sia-sia tanpa memperhatikan faktor dasar.

–         Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama; pendidik, siterdidik, orang tua dan masyarakat dalam membentuk hasil pendidikan yang sesuai dengan tantangan zaman.

 

Mana diantara aliran tersebut yang lebih baik/benar, bagaimana dengan konsepsi Islam ?

 

Pendidikan Islam :anak dilahirkan sesuai dengan fitrahnya.

–         Fitrah tidak sama dengan pengertian tabularasa John Locke, fitrah berarti asli, bersih, dan suci, bukan kosong tetapi berisi daya-daya yang wujud dan perkembangannya tergantung pada usaha manusia itu sendiri.

–         Jadi pendidikan dilakukan dengan mendayagunakan potensi-potensi tersebut dan mengembangkannya menuju Ma’rifatullah, dan bertaqwa kepada-Nya, menghayati sunnatullah, dan kemudian berserah diri kepadan-Na.

–         Perbedaan dan persamaan dengan empirisme: keduanya sepakat bahwa anak yg baru lahir bersih dan suci, tetapi empirisme memandang bagaikan kertas kosong, sementara Islam memandangnya berisi daya-daya perbuatan.

–         Perbedaan dan persamaan dengan Nativisme: keduanya mengakui pentingnya faktor pembawaan atau dasar dalam pembentukan dan pengembangan pendidikan anak didik sehingga pendidik hanya sebagai fasilitator saja. Tetapi karena adanya nilai agama yang memiliki kebenaran mutlak, maka pendidik dalam pendidikan Islam bukan hanya sebagai pembantu saja tetapi ia bertanggung jawab akan terbentuknya kepribadian muslim pada anak didik.

–         Perbedaan dan persamaan dengan konvergensi: keduanya mengakui pentingnya faktor endogen dan eksogen dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian anak didik, namun dalam Islam pendidikan didasarkan pada filsafat teocentris sehingga kepribadian anak itu dikembangkan pada Ma’rifatullah dengan memahami ayat-ayat qauliyah dan kauniyah-Nya (sunnatullah), sementara Konvergensi mendasarkan pada filsafat antropocentris untuk mencapai kedewasaan dan kesejahteraan duniawi.

 

 

Filsafat Ilmu

I. Deskripsi :

Filsafat Ilmu (Perspektif Pemikiran Islam) ini merupakan mata kuliah yang memberikan pengembangan wawasan berpikir logis sistematis dan metodologis. Dalam perspektif keilmuan, posisi filsafat adalah sebagai landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan yang makin beragam, karena dalam konstruks epistemologi, filsafat dengan metodenya dapat menjadi dasarnya. Sebagai contoh, fiqh pada hakikatnya adalah pemahaman yang dasarnya adalah filsafat (Islam), yang kemudian juga dikembangkan dalam ushul fiqh. Tanpa filsafat, fiqh akan kehilangan semangat inovasi, dinamisasi bahkan perubahan. Oleh karena itu jika terjadi pertentangan antara fiqh dan filsafat seperti yang pernah terjadi dalam sejarah pemikiran Islam, hal ini lebih disebabkan karena terjadinya kesalahpahaman dalam memahami risalah kenabian. Filsafat bukan anak haram Islam, melainkan anak kandung yang sah dari risalah kenabian tersebut.

SEKILAS TENTANG FILSAFAT ILMU

 

I.       Tradisi Keilmuan di Barat

Zaman Yunani kuno berlangsung kira-kira dari abad ke 6 S.M. hingga awal abad pertengahan, atau antara + 600 tahun S.M. hingga tahun 200 SM. Zaman ini dianggap sebagai cikal bakal filsafat yang ada sekarang. Pada zaman ini mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat digantikan dengan logos (baca: rasio) setelah mitos-mitos tersebut tidak dapat lagi menjawab dan memecahkan problema-problema kosmologis.

Pada tahap ini bangsa Yunani mulai berpikir sedalam-dalamnya tentang berbagai fenomena alam yang begitu beragam, meninggalkan mitos-mitos untuk kemudian terus meneliti berdasarkan reasoning power.

Skip to toolbar