Category Archives: SILABI

SILABUS MATA KULIAH

Nama Mata Kuliah     :  Pengembangan Materi PAI 1

Jumlah Kridit                :  3 sks

Semester                        :  IV (Empat)

Fak./Jurusan                 :  Tarbiyah/ PAI

———————————————————————

Standar Kompetensi   : Secara substantif mata kuliah ini  dirancang dengan maksud untuk menfasilitasi mahasiswa agar memiliki pemahaman secara teoritik tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah/madrasah dan mampu mendidikkannya kepada peserta didik pada jenjang pendidikan dasar & menengah,  memahami hakekat materi PAI di sekolah/madrasah, memahami karakteristik dan struktur keilmuan  materi PAI di sekolah/madrasah, memahami landasan pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah, menguasai materi PAI aspek alQur’an, Hadits, Aqidah/keimanan, Akhlak, Tarikh/SKI, Fiqh di SD/MI.

 

Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar

Uraian Materi

Pengalaman Belajar

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber/Bahan/ Alat

Mamahami hekekat makna PAI di sekolah/madrasah Pengertian PAI dan unsur-unsur dasarnya

Reading guide dan membuat  peta konsep tentang pengertian, dan unsur-unsur PAI.

(life skill; menggali & mengolah informasi, kesadaran potensi diri).

q  Mahasiswa dapat menjelas-kan secara lisan dan tulisan tentang pengertian, dan unsure-unsur PAI

q  Menunjukkan sikap berfikir kritis, analitis, logis, dalam melihat makna PAI.

q  Berprilaku positif yang selalu mencerminkan nilai-nilai PAI dalam kehidupan sehari-hari.

CAT

(secara acak beberapa orang  mem-bacakan kesimpulan akhir)

 

 

1 x pert.

(150 m)

Diknas dan Depag, KHB PAI KBK 2004

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Ahmad tafsir, Metode Pendidikan Agama Islam.

Memahami tujuan dan fungsi PAI di sekolah/ madrasah Fungsi dan tujuan PAI di sekolah/madrasah. Information search dalam KHB PAI tentang fungsi dan tujuan PAI di sekolah/madrasah.

(life skill; menggali & mengolah informasi, kesadaran potensi diri).

q  Mahasiswa dapat menyebutkan secara tertulis dan lisan tentang fungsi dan tujuan PAI di sekolah/madrasah

q  Menguraikan  secara lisan dan tulisan tentang hakekat kandungan masing-masing fungsi PAI.

q  Menguraikan  secara lisan dan tulisan tentang demensi-demensi pengembangan tujuan materi PAI pada jenis dan jenjang pendidikan di madrasah dan sekolah.

CAT

(setiap indi-vidu mem-buat rangku-man tertulis apa yang didapat dari pertemuan hari ini)

 

1 x pert.

(150 m

Diknas dan Depag, KHB PAI KBK 2004

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI .

Ramayulis, Metodologi Pembelajaran PAI.

Metode Pendidikan Agama Islam.

Memahami ruanglingkup dan karakteristik materi PAI di madrasah dan sekolah. Ruangling-kup dan karakteris-tik materi PAI di sekolah dan madrasah

Reading guide dan membuat peta konsep tentang Ruanglingkup dan karakteristik materi PAI di sekolah madrasah

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mahasiswa dapat menjelas-kan secara lisan dan tulisan tentang ruanglingkup dan karakteris-tik materi PAI di sekolah/madrasah

q  Menunjukkan sikap berfikir kritis, analitis, logis, dalam melihat ruanglingkup dan karakteristik  materi PAI pada jenis dan jenjang pendidikan di madrasah dan sekolah.

 

CAT

(secara acak beberapa orang  mem-bacakan kesimpulan akhir)

 

1 x pert.

(150 m

Diknas dan Depag, KHB PAI KBK 2004

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Metode Pendidikan Agama Islam.

Memahmi landasan teoritik pelaksana-an pembelajaran  materi PAI di sekolah/ madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan. Landasan pelaksanaan pembelajaran PAI di Indonesia Diskusi kelompok tentang   Landasan pelaksanaan pembelajaran PAI di Indonesia

(life skill; bekerjasama, menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Dapat menjelaskan secara lisan maupun tertulis tentang pengertian Landasan pelaksanaan pembelajaran PAI di Indonesia.

q  Mampu mengkritisi dan menganalisis landasan yuridis, religius, dan sosio-kultural pelaksanaan PAI di Indonesia.

q  Menunjukkan sikap komitmen dalam melaksanakan pembelajaran PAI sesuai dengan landasan yang di pahami.

 

CAT

(setiap indi-vidu mem-buat rangku-man tertulis apa yang didapat dari pertemuan hari ini)

 

 

2 x pert.

(150 x 2)

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI .

Zuhairini, dkk.

Metodologi Pendidikan Agama

Ramayulis, Metodologi Pembelajaran PAI.

Memahami sejarah dan perkembangan pembelajaran materi PAI di sekolah/madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan (LPK) Sejarah dan perkemba-ngan PAI di madrasah dan sekolah Reading guide dan membuat peta konsep tentang sejarah dan perkembangan PAI di madrasah dan sekolah di Indonesia.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Menjelaskan secara lisan dan tulisan latar belakang munculnya mata pelajaran PAI di madrasah dan sekolah.

q  Mendeskripsikan secara lisan dan tulisan  tentang sejarah dan perkembangan PAI di sekolah

 

CAT

(secara acak beberapa orang  mem-bacakan kesimpulan akhir)

 

1 x pert.

(150 m

Muhaimin, Arah Baru Pengem-bangan Pendidikan Islam.

Zuhairini, dkk.

Metodologi Pendidikan Agama

Ramayulis, Metodologi Pembelajaran PAI.

Memahami berbagai faktor yang mempenga-ruhi pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan Faktor-faktor pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan LPK Berdiskusi untuk menelaah, mengkritisi dan mengkaji faktor-faktor pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan LPK.

(life skill; bekerjasama, menggali & mengolah informasi, kesadaran potensi diri).

q  Mahasiswa dapat menyebutkan secara lisan dan tulisan tentang faktor-faktor pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan LPK.

q  Menunjukkan peran dan fungsi masing-masing faktor dalam mempengaruhi pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan LPK.

q  Menunjukkan hubungan yang organik masing-masing faktor dalam pembelajaran PAI.

q  Menunjukkan salah satu contoh faktor yang paling berpengaruh dalam pembelajaran PAI di sekolah/ madrasah dan LPK

CAT

(penilaian terhadap kemampuan berpendapat dengan logika berfikir)

 

 

 

2 x pert.

(150 x 2)

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Zuhairini, dkk.

Metodologi Pendidikan Agama.

Ramayulis, Metodologi Pembelajaran PAI.

Ujian Tengah Semester (UTS)

Mampu memahami dan menerapkan kurikulum &  hasil belajar mata pelaja-ran PAI di sekolah dan madrasah Kurikulum dan hasil belajar mata pelajaran PAI di sekolah dan madrasah Diskusi kelompok dan membuat peta konsep tentang kurikulum dan hasil belajar mata pelajaran PAI di sekolah dan madrasah

(life skill; bekerjasama, menggali & mengolah informasi, kesadaran potensi diri).

q  Mahasiswa dapat menjelas-kan secara lisan dan tulisan tentang pengertian kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran PAI.

q  Menunjukkkan isi kurikulum dan hasil belajar mata pelajaran PAI di sekolah dan madrasah.

q  Menunjukkan letak perbedaan isi KHB PAI  dan kurikulum sebelumnya.

q  Menunjukkan isi pengembangan materi dalam KHB pada masing-masing jenis dan jenjang pendidikan sekolah dan madrasah.

q  Bersikap kritis, analitis, dan terbuka dalam menerapkan kurikulum dan hasil belajar mata pelajaran PAI di sekolah dan madrasah.

q  Konsisten dan komitmen dalam menerapkan KHB PAI dalam proses pembelajaran PAI.

Tugas maka-lah dan kemam-puan presen-tasinya.

 

Secara individu membuat laporan tertulis  apa yang didapat dari pembahasan  hari ini

 

1 x pert.

(150 m)

Diknas dan Depag, KHB PAI KBK 2004

Muhaimin, et. al. Paradigma pendidikan Islam.

Abdul Mudjib &

Dian Andayani,

PAI Berbasis Kompetensi

 

Memahami materi PAI aspek al-Qur’anHadits di SD/MI dan mampu menerapakan strategi pembelajarannya. Al-Qur’an- Hadits dan Strategi Pem-belajarannya Secara individual dan kelompok melakukan Reading guide, Information Search,, membuat peta konsep dan praktik baca-tulis tentang materi PAI aspek al-Qur’an-Hadits di SD/MI.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mampu menjelaskan secara lisan dan tulisan sebagai bukti penguasan terhadap  materi PAI tentang al-Qur’an dan Hadits di SD/MI.

q  Mampu menunjukkan dan menerapkan strategi pembelajaran materi PAI tentang al-Qur’an-Hadits di SD/MI.

 

Tugas individu, kelompok, dan praktik baca tulis. 1 x pert.

(150 m

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Abdul Madjid & Dian Andayani,  PAI Berbasis Kompetensi.

Tim Guru MI PT Putratama Surabaya, Mengenal al-Qur’an-Hadits Berdasarkan KBK

Depag,  Buku PAI SD.

Memahami materi PAI aspek keimanan/Aqidah di SD/MI dan mampu menerapakan strategi pembelajarannya. Keimanan /Aqidah dan Strategi Pem-belajarannya Secara individual dan kelompok melakukan Reading guide, Information Search dan membuat peta konsep tentang materi PAI aspek keimanan/aqidah di SD/MI.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mampu menjelaskan secara lisan dan tulisan sebagai bukti penguasan terhadap  materi PAI tentang keimanan/Aqidah di SD/MI.

q  Mampu Menunjukkan dan menerapkan strategi pembelajaran materi PAI tentang keimanan/Aqidah di SD/MI.

 

Tugas individu, dan kelompok. 1 x pert.

(150 m

Tim Guru MI PT. Putratama Surabaya, Mengenal Akidah dan Akhlak Berdasarkan KBK

 

Depag,  Buku PAI SD

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Memahami materi PAI aspek Fiqh di SD/MI dan mampu menerapakan strategi pembelajarannya. Fiqh dan Strategi Pem-belajarannya Secara individual dan kelompok melakukan Reading guide, Information Search, membuat peta konsep  praktik tentang materi PAI aspek fiqh di SD/MI dan praktik  tatacara beribadah.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mampu menjelaskan secara lisan dan tulisan sebagai bukti penguasan terhadap  materi PAI tentang Fiqh di SD/MI.

q  Mampu Menunjukkan dan menerapkan strategi pembelajaran materi PAI tentang Fiqh di SD/MI.

 

Tugas individu, kelompok, dan praktik tatacara beribadah 1 x pert.

(150 m

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI

Tim Guru MI PT. Putratama Surabaya, Mengenal Fiqh. Berdasarkan KBK

Depag,  Buku PAI SD

 

Memahami materi PAI aspek Akhlak di SD/MI dan mampu menerapakan strategi pembelajarannya. Akhlak dan Strategi Pem-belajarannya Secara individual dan kelompok melakukan Reading guide, Information Search dan membuat peta konsep dan diskusi  tentang materi PAI aspek Akhlak di SD/MI.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mampu menjelaskan secara lisan dan tulisan sebagai bukti penguasan terhadap  materi PAI tentang Akhlak di SD/MI.

q  Mampu Menunjukkan dan menerapkan strategi pembelajaran materi PAI tentang Akhlak di SD/MI.

q  Menunjukkan sikap dan prilaku sebagai orang yang berakhlak mulia, baik dikelas maupun diluar kelas.

 

Tugas individu, dan kelompok. 1 x pert.

(150 m

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI .

 

Tim Guru MI  PT Putratama Surabaya, Mengenal Akidah dan Akhlak Berda-sarkan KBK

 

Depag,  Buku PAI SD

 

Memahami materi PAI aspek Tarikh Islam/SKI di SD/MI, dan mampu menerapakan strategi pembelajarannya. Tarikh Islam/SKI dan Strategi Pem-belajarannya Secara individual dan kelompok melakukan Reading guide, Information Search dan membuat peta konsep tentang materi PAI aspek tarikh Islam/SKI di SD/MI.

(life skill; berkerjasama menggali & mengolah informasi,kesadaran potensi diri).

q  Mampu menjelaskan secara lisan dan tulisan sebagai bukti penguasan terhadap  materi PAI tentang Tarikh/SKI di SD/MI.

q  Mampu Menunjukkan dan menerapkan strategi pembelajaran materi PAI tentang Tarikh/SKI di SD/MI.

 

Tugas individu, dan kelompok. 1 x pert.

(150 m

Tim Guru MI  PT Putratama Surabaya,  Mengenal Sejarah Kebudayaan Islam Berdasarkan KBK.

 

Depag,  Buku PAI SD

 

Ahmad tafsir, dkk. Materi PAI.

Ujian Akhir Semester (UAS)

 

 

 

 

 

Pemikiran Islam

I.Tujuan:

 

II. Topik Pembahasan:

Timbulnya Sekte-sekte  dalam Islam:

Khawarij: Sejarah dan ajarannya

Murji’ah: Sejarah dan ajarannya

Qadariyah dan Jabbariyah: Sejarah dan ajarannya

Mu’tazilah: Sejarah dan ajarannya

Ahlussunnah: Sejarah dan Ajarannya

Syi’ah: Sejarah dan ajarannya

Munculnya Filsafat Islam: Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya;

Filsafat Islam di Dunia Timur dan Pemikiran Para Tokohnya:

a. Al-Kindi                        : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b. Al-Farabi                       : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

c. Ibn Sina                         : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

d. Ibn Maskawaih             : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

e. Al-Ghazali                     : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

f. Ikhwan as-Shafa            : Gerakan dan Pemikirannya

g. As-Syuhrawardi            : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

Filsafat Islam di Dunia Barat dan Tokoh-tokohnya:

a. Ibn Bajah                       : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b. Ibn Thufail                    : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

c. Ibn Rusyd                     : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikirany

Filsafat Islam Pasca Ibn Rusyd dan Tokoh-tokohnya:

a.Nasiruddin Thusi            : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b.Mulla Sadra                    : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

Pengertian Tasawuf dan kedudukannya dalam ajaran Islam

Sejarah pertumbuhan dan perkembanganTasawuf

Jenis-jenis tasawuf: falsafi, ilmi dan amali

Jalan Menuju Tuhan: taubat, sabar, faqr, tawadhu’, tawakkul, ridha mahabbah, qona’ah, zuhud dan ma’rifah

Relasi antara syariah, thariqat dan ma’rifah

Para tokoh Sufi:

  1. Zunun al-Mishri dan konsep ma’rifat
  2. Rabi’ah ‘Adawiyah dan konsep mahabbah
  3. Al-Busthami dan konsep fana’, baqa’ dan ittihad
  4. Al-Hallaj dan konsep hulul
  5. Ibn ‘Arabi dan konsep wahdat al-wujud
  6. Al-Jilli dan konsep insan kamil
    1. Beberapa aliran tarekat dan tokoh-tokohnya: Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syadziliyah dst.

Tasawuf dalam kehidupan modern

Pembaruan dalam Islam:

Gerakan Hanbalian

Gerakan Ibn Taimiyah

Gerakan Wahabi

Gerakan al-Afghani, Abduh dan Rosyid Ridha

Pembaruan di Indonesia: (Kaum Padri, al-Irsyad dan Jami’at al-Khair, Muhammadiyah dan Persis, Syarikat Islam dan Jong Islamiten Bond, NU, Masyumi).

Islam Kontemporer di Indonesia:

Pergumulan umat Islam dalam Indonesia Baru

Agama, Negara dan politik.

NU, Islam dan Asas Tunggal

NU, Islam dan wawasan kebangsaan.

Munculnya Partai-partai Islam di Indonesia

 

 

 

Referensi:

 

‘Athif al-‘Iraqi. 1984. Tsaurat al-‘Aqli Fi-’l-Falsafat al-Arabiyyah. Kairo, Dar al-Ma’arif.

A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Perkembangannya Islam di Indonesia,  Semarang, al-Ma’arif, 1993

A.Mustofa. 1997, Filsafat Islam Untuk Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Usuluddin, Komponen MKDK, Bandung, Pustaka.

Abd. Qodir Djaelani. 1993,  Filsafat Islam, Surabaya, Bina Ilmu,

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta,

Abdurrahman Wahid, 1987, “Tradisi Keilmuan Dalam Islam” dalam Tantangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: L P M UII.

Abdussalam, 1983, Sains dan dunia Islam, terj. Baiquni, Bandung pustaka.

Abu Bakar aceh, Pengantar sejarah Sufi dan Tasawuf

Abu Baklar Aceh, Perbandingan Mazhab Syi’ah, Solo, Ramadhani 1984.

Abul A’la Al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan, (Bandung : Mizan, 1984)

Ad-Dihlawi.1981. Mukhtashar at-Tuhfah al-Isna Asyariyah, (Turki: Isik Kitabevi,

Agama,Yogyakarta, Tiara Wacana.

Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.

Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah)

Ahmad Daudy. 1984, Segi-segi Pemikiran Falsafi Dalam Islam, Jakarta,

Ahmad Hanafi, Pengantar Teologi Islam, Jakarta, Pustaka al-Husna,.

Ahmad Hanafi. 1982, Pengantar Filsafat Islam, Bulan Bintang, Jakarta

Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.

Al Ahwani, Fuad. A. 1993, Filsafat Islam, cet. V, Pustaka Firdaus, Jakarta.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah.

al-Ghazali, Ihya’Ulum al-Din. Jilil III dan IV

Al-Ghazali. 1972. Tahafut al-Falasifah. Bairut, Dar al-Kutub al-‘Araby.

al-Kalabazi, At-Ta’arruf li Mazhab at-Tasawuf

al-Qusyairi, Ar-Risalah al-Qusyairiyyah

al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke Zaman

Andre Feillard, NU VIS a VIS Negara, Yogyakarta, LKiS

Anees, Munawar Ahmad, 1991, “Menghidupkan Kembali Ilmu” dalam Al-Hikmah, Juranal Studi-studi Islam, Juli-Oktober, Bandung:

Arkoun. 1986. Tarikhiyyah al-Fikr al-‘Araby al-Islamy. Bairut, Markas al-Inma’ al-‘Araby.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr

Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999.

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press

Bakker, Anton.  1986, Metode-metode Filsafat, Jakarta, Galia Indonesia

Bandung,

Bandung, Sumur Bandung

Baqir, Ash-Shadr. 1994,  Falsafatuna, terjemahan Nur Mufid, Mizan, Jakarta

Bulan Bintang

Dawam Raharjo, (ed.) Islam Indonesia Menatap Masa Depan, Jakarta: P3M.

De Boer. tt. The History of Philosophy in Islam. New York, Dover Publication Inc.

Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta, LP3ES, 1982.

Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.

Haidar Bagir (Ed), Satu Islam Sebuah Dilema, Jakarta, Mizan

Hamka, Tasawuf dari Abad ke Abad

Hamka, Tasawuf: Perkembangan dan Pemurniannya

Hanafi, Ahmad. 1990, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Bulan Bintang,

Harun Nasution,  Filsafat dan Mistisme dalam Islam

Harun Nasution, 1991, Pembaharuan Dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986,

Hasan al-Idrus, Penyebaran Islam di Asia Tenggara, Jakarta, Lentera 1996.

Hasan Ibrahim Hasan, At-Tarikh al-Islami,

Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization in Indonesia, Princeton University Press.

Hitti, Philip K, 1970, The Arabs: A short History, terj. Ushuluddin Hutagalung, Bandung, Sumur Bandung

Husen. Nasr 1970, Science and Civilization in Islam, The New American Library.

Ibn Rusyd. tt. Tahafut at-Tahafut. Mesir, Dairat al-Ma’arif.

Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid IV

Ibrahim Madkour. 1987, Filsafat Islam Metode dan Penerapan, Yogyakarta

Ibrahim Madkur, 1986, “Filsafat Islam dan Renaissance Eropa” dalam Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Kebudayaan, Bandung; Pustaka.

Irma Fatimah (ed). 1992, Filsafat Islam : Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi, Yogyakarta, LESFI

KH. Darwis, Gud Dur, NU dan Nasyarakat Sipil, Yogyakarta, LKiS

Kuntowijoyo, 1991, Paradigma Islam, Interpretasi Untuk Aksi , Mizan Bandung.

Kuntowijoyo, 1994, Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia, Yogyakarta, Shalahuddin Press.

M. A.Jabbar Beg, 1980. Islam and Western Concepts of Civilization, Kuala Lumpur, The University of  Malaya Press.

Masdar F. Masudi, Agama Keadilan,  Jakarta, Pustaka Firddaus, 1991.

Mastuki (ed), Pemikiran KH. Ahmad Siddiq, Jakarta Logos

Munawir Syazali, Islam Politik dan Negara, INIS

Muslim Abdurrahman, Islam Transformatif,  Jakarta, Pustaka Firdaus, 1997

Muzammil, NU Liberal, Bandung, Mizan, 2002

Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung, Mizan, 1990.

Nasr, Hoessein. 1996, Intelektual Islam: Teologi, Filsafat dan Genosis,

Nasution, Harun. 1973, Filsafat dan Mistisisme Dalam Islam, Jakarta, Bulan Bintang,

Nasution, Harun. 1979, Kedudukkan Akal Dalam Islam, Jakarta, Yayasan Idayu.

Nasution, Hasyimsyah. 1999, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama

Nicholson, Reynold, The Mystics of Islam

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

Nouruzzaman Shiddiqi, 1986, Tamaddun: Bunga Rampai Sejarah Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Yayasan Paramadina.

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Kemoderenan dan KeIndonesiaan, Bandung, Mizan.

Oliver Leaman. 1989, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Rajawali Pers

Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.

Rajasa Mu’tasim, Bisnis Kaum Sufi: Studi Tarekat dalam Masyarakat Industri

Sardar, Ziauddin, 1988, Islamic Future, Malaysia: Selangor Darul Ehsan.

Sardar, Ziauddin, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

Schimmel, Annemarie, Mystical Dimesions in Islam

Sirhindi, pertemuan antara Tasawuf dan Syari’ah

Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.

Syafii Ma’arif, Islam, Politik dan Negara, Jakarta, LP3ES

Syakib Arselan, 1984, “Kemunduran Kita dan Sebab-Sebabnya” dalam John L. Esposito, Islam dan Pembaharuan, Jakarta: Rajawali.

Syarif, M.M., 1996. Para Filosof Muslim, Bandung,  Mizan.

terj. Bandung, Pustaka

Thabari, Tarikh al-Umam wa ‘l-Muluk, jilid II

Thohir Abdul Muin, Ilmu Kalam, Jakarta, Wijaya, 1975

Umar Asasuddin Sokah, 1990, Lenyapnya Islam di Spanyol, Makalah, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.

Watt, W. Montgomery,  1967, A History of Islamic Spain, Edinburg: The University

Yunasril Ali 1991, Perkembangan Pemikiran Falsafah Dalam Islam, Jakarta, Bumi Akasara

Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN

Mata Kuliah    :  Perbandingan Agama

Komponen      :  M.K. K

Bobot              :  2 SKS

Jurusan            :  Tarbiyah

Semester          :  IV

Pembina          :  Drs. M. Zainuddin, MA.

 

————————————————–

 

I.Tujuan:

 

  1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian Perbandingan agama, sejarah, pertumbuhan dan perkembangannya;
  2. Agar mahasiswa mampu memahami beberapa aspek yang terkandung dalam berbagai agama;
  3. Agar mahasiswa memiliki keyakinan dan sikap yang mantap terhadap agamanya sendiri dan bersikap toleran terhadap agama lain serta dapat turut menciptakan kondisi kerukunan antarumat beragama melalui pesan-pesan pendidikan.

 

 

II. Topik Pembahasan

 

  1. Pengertian ilmu perbandingan agama
  2. Metode dan sistem ilmu perbandingan agama
  3. Berbagai masalah keagamaan dan Islam di Indonesia
  4. Aliran kepercayaan di Indonesia
  5. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia
  6. Agama-agama yang diakui  di Indonesia
  7. Hubungan Antarumat Beragama di Indonesia
  8. Pluralisme dan Dialog antarumat Beragama

 

III. Referensi

Mukti Ali et.al. (Ed)., Agama dalam Pergumulan Masyarakat Kontemporer, Yogyakarta, Tiara Wacana, 1998.

—————-,Ilmu Perbandingan Agama

—————-, Asal-usul Agama

Syahrastani, al-Milal wa ‘l-Nihal,

Dister ofm, Nico Syukur, Pengalaman dan Motivasi Beragama, Yogyakarta, Kanisius, 1998.

Sumarthana, T.H, “Menuju Dialog Antar Iman”, Pengantar dalam Dialog : Kritik dan Identitas Agama, Yogyakarta, Dian/Interfedei, 1995, Seri Dian I/Tahun I

Robert N. Bellah, Beyeon Belief: Esesi-esei Agama Besar di Dunia, Jakarta, Paramadina, 2000

Dadang Kahmad. 2000. Metode Penelitian Agama, Bandung, Pustaka Setia,.

 

Ilmu Perbandingan Agama: Beberapa Permasalahan, Jakarta, INIS, 1990.

Arkoun, Muhammad. Membongkar Wacana Hegemonik dalam Islam, Surabaya, al-Fikr, 1999.

Muchtar Pabotinggi (Ed), Islam Antara Visi, Tradisi dan Hegemoni Bukan Muslim, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1986.

Ismatu Ropi, Fragile Relation Muslim and Christians in Modern Indonesia, Jakarta Logos, 2000.

Nurcholish Majid, Islam, Doktrin dan Peradaban, Jakarta, Paramadina, 1995

 

 

 

 

 

IV. Metode Kuliah:

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti Muqaranat al-Adyan oleh Ahmad Syalabi

 

V. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5. ujian akhir semester (UAS);

 

 

 

 

 

 

Pemikiran Islam Tradisional dan Kontemporer

 

Tujuan:

 

Topik Pembahasan:

Timbulnya Sekte-sekte  dalam Islam:

Khawarij: Sejarah dan ajarannya

Murji’ah: Sejarah dan ajarannya

Qadariyah dan Jabbariyah: Sejarah dan ajarannya

Mu’tazilah: Sejarah dan ajarannya

Ahlussunnah: Sejarah dan Ajarannya

Syi’ah: Sejarah dan ajarannya

Munculnya Filsafat Islam: Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya;

Filsafat Islam di Dunia Timur dan Pemikiran Para Tokohnya:

a. Al-Kindi                        : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b. Al-Farabi                       : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

c. Ibn Sina                         : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

d. Ibn Maskawaih             : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

e. Al-Ghazali                     : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

f. Ikhwan as-Shafa            : Gerakan dan Pemikirannya

g. As-Syuhrawardi            : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

Filsafat Islam di Dunia Barat dan Tokoh-tokohnya:

a. Ibn Bajah                       : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b. Ibn Thufail                    : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

c. Ibn Rusyd                     : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikirany

Filsafat Islam Pasca Ibn Rusyd dan Tokoh-tokohnya:

a.Nasiruddin Thusi            : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

b.Mulla Sadra                    : Riwayat Hidup, Karya dan Pemikiranya;

Pengertian Tasawuf dan kedudukannya dalam ajaran Islam

Sejarah pertumbuhan dan perkembanganTasawuf

Jenis-jenis tasawuf: falsafi, ilmi dan amali

Jalan Menuju Tuhan: taubat, sabar, faqr, tawadhu’, tawakkul, ridha mahabbah, qona’ah, zuhud dan ma’rifah

Relasi antara syariah, thariqat dan ma’rifah

Para tokoh Sufi:

  1. Zunun al-Mishri dan konsep ma’rifat
  2. Rabi’ah ‘Adawiyah dan konsep mahabbah
  3. Al-Busthami dan konsep fana’, baqa’ dan ittihad
  4. Al-Hallaj dan konsep hulul
  5. Ibn ‘Arabi dan konsep wahdat al-wujud
  6. Al-Jilli dan konsep insan kamil

Beberapa aliran tarekat dan tokoh-tokohnya: Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syadziliyah dst.

Tasawuf dalam kehidupan modern

Pembaruan dalam Islam:

Gerakan Hanbalian

Gerakan Ibn Taimiyah

Gerakan Wahabi

Gerakan al-Afghani, Abduh dan Rosyid Ridha

Pembaruan di Indonesia: (Kaum Padri, al-Irsyad dan Jami’at al-Khair, Muhammadiyah dan Persis, Syarikat Islam dan Jong Islamiten Bond, NU, Masyumi).

Islam Kontemporer di Indonesia:

Pergumulan umat Islam dalam Indonesia Baru

Agama, Negara dan politik.

NU, Islam dan Asas Tunggal

NU, Islam dan wawasan kebangsaan.

Munculnya Partai-partai Islam di Indonesia

 

Referensi:

 

‘Athif al-‘Iraqi. 1984. Tsaurat al-‘Aqli Fi-’l-Falsafat al-Arabiyyah. Kairo, Dar al-Ma’arif.

A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Perkembangannya Islam di Indonesia,  Semarang, al-Ma’arif, 1993

A.Mustofa. 1997, Filsafat Islam Untuk Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Usuluddin, Komponen MKDK, Bandung, Pustaka.

Abd. Qodir Djaelani. 1993,  Filsafat Islam, Surabaya, Bina Ilmu,

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta,

Abdurrahman Wahid, 1987, “Tradisi Keilmuan Dalam Islam” dalam Tantangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: L P M UII.

Abdussalam, 1983, Sains dan dunia Islam, terj. Baiquni, Bandung pustaka.

Abu Bakar aceh, Pengantar sejarah Sufi dan Tasawuf

Abu Baklar Aceh, Perbandingan Mazhab Syi’ah Solo, Ramadhani 1984.

Abul A’la Al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan, (Bandung : Mizan, 1984)

Ad-Dihlawi.1981. Mukhtashar at-Tuhfah al-Isna Asyariyah, (Turki: Isik Kitabevi,

Agama,Yogyakarta, Tiara Wacana.

Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.

Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah)

Ahmad Daudy. 1984, Segi-segi Pemikiran Falsafi Dalam Islam, Jakarta,

Ahmad Hanafi, Pengantar Teologi Islam, Jakarta, Pustaka al-Husna,.

Ahmad Hanafi, Pengantar Theologi, Jakarta, Bulan Bintang,

Ahmad Hanafi. 1982, Pengantar Filsafat Islam, Bulan Bintang, Jakarta

Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.

Al Ahwani, Fuad. A. 1993, Filsafat Islam, cet. V, Pustaka Firdaus, Jakarta.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah.

al-Ghazali, Ihya’Ulum al-Din. Jilil III dan IV

Al-Ghazali. 1972. Tahafut al-Falasifah. Bairut, Dar al-Kutub al-‘Araby.

al-Kalabazi, At-Ta’arruf li Mazhab at-Tasawuf

al-Qusyairi, Ar-Risalah al-Qusyairiyyah

al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke Zaman

Andre Feillard, NU VIS a VIS Negara, Yogyakarta, LKiS

Anees, Munawar Ahmad, 1991, “Menghidupkan Kembali Ilmu” dalam Al-Hikmah, Juranal Studi-studi Islam, Juli-Oktober, Bandung:

Arkoun. 1986. Tarikhiyyah al-Fikr al-‘Araby al-Islamy. Bairut, Markas al-Inma’ al-‘Araby.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr

Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999.

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press

Bakker, Anton.  1986, Metode-metode Filsafat, Jakarta, Galia Indonesia

Bandung,

Bandung, Sumur Bandung

Baqir, Ash-Shadr. 1994,  Falsafatuna, terjemahan Nur Mufid, Mizan, Jakarta

Bulan Bintang

Dawam Raharjo, (ed.) Islam Indonesia Menatap Masa Depan, Jakarta: P3M.

De Boer. tt. The History of Philosophy in Islam. New York, Dover Publication Inc.

Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta, LP3ES, 1982.

Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.

Haidar Bagir (Ed), Satu Islam Sebuah Dilema, Jakarta, Mizan

Hamka, Tasawuf dari Abad ke Abad

Hamka, Tasawuf: Perkembangan dan Pemurniannya

Hanafi, Ahmad. 1990, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Bulan Bintang,

Harun Nasution,  Filsafat dan Mistisme dalam Islam

Harun Nasution, 1991, Pembaharuan Dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986,

Hasan al-Idrus, Penyebaran Islam di Asia Tenggara, Jakarta, Lentera 1996.

Hasan Ibrahim Hasan, At-Tarikh al-Islami,

Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization in Indonesia, Princeton University Press.

Hitti, Philip K, 1970, The Arabs: A short History, terj. Ushuluddin Hutagalung, Bandung, Sumur Bandung

Husen. Nasr 1970, Science and Civilization in Islam, The New American Library.

Ibn Rusyd. tt. Tahafut at-Tahafut. Mesir, Dairat al-Ma’arif.

Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid IV

Ibrahim Madkour. 1987, Filsafat Islam Metode dan Penerapan, Yogyakarta

Ibrahim Madkur, 1986, “Filsafat Islam dan Renaissance Eropa” dalam Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Kebudayaan, Bandung; Pustaka.

Irma Fatimah (ed). 1992, Filsafat Islam : Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi, Yogyakarta, LESFI

KH. Darwis, Gud Dur, NU dan Nasyarakat Sipil, Yogyakarta, LKiS

Kuntowijoyo, 1991, Paradigma Islam, Interpretasi Untuk Aksi , Mizan Bandung.

Kuntowijoyo, 1994, Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia, Yogyakarta, Shalahuddin Press.

M. A.Jabbar Beg, 1980. Islam and Western Concepts of Civilization, Kuala Lumpur, The University of  Malaya Press.

Masdar F. Masudi, Agama Keadilan,  Jakarta, Pustaka Firddaus, 1991.

Mastuki (ed), Pemikiran KH. Ahmad Siddiq, Jakarta Logos

Munawir Syazali, Islam Politik dan Negara, INIS

Muslim Abdurrahman, Islam Transformatif,  Jakarta, Pustaka Firdaus, 1997

Muzammil, NU Liberal, Bandung, Mizan, 2002

Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung, Mizan, 1990.

Nasr, Hoessein. 1996, Intelektual Islam: Teologi, Filsafat dan Genosis,

Nasr, Hoessein. 1996, Intelektual Islam: Teologi, Filsafat dan Genosis,

Nasution, Harun. 1973, Filsafat dan Mistisisme Dalam Islam, Jakarta, Bulan Bintang,

Nasution, Harun. 1979, Kedudukkan Akal Dalam Islam, Jakarta, Yayasan Idayu.

Nasution, Hasyimsyah. 1999, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama

Nicholson, Reynold, The Mystics of Islam

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

Nouruzzaman Shiddiqi, 1986, Tamaddun: Bunga Rampai Sejarah Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Yayasan Paramadina.

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Kemoderenan dan KeIndonesiaan, Bandung, Mizan.

Oliver Leaman. 1989, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Rajawali Pers

Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.

Rajasa Mu’tasim, Bisnis Kaum Sufi: Studi Tarekat dalam Masyarakat Industri

Sardar, Ziauddin, 1988, Islamic Future, Malaysia: Selangor Darul Ehsan.

Sardar, Ziauddin, 1988, Islamic Future, Malaysia: Selangor Darul Ehsan.

Sardar, Ziauddin, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

Sardar, Ziauddin, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

Sardar, Ziauddin, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

Schimmel, Annemarie, Mystical Dimesions in Islam

Sirhindi, pertemuan antara Tasawuf dan Syari’ah

Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.

Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.

Syafii Ma’arif, Islam, Politik dan Negara, Jakarta, LP3ES

Syakib Arselan, 1984, “Kemunduran Kita dan Sebab-Sebabnya” dalam John L. Esposito, Islam dan Pembaharuan, Jakarta: Rajawali.

Syarif, M.M., 1996. Para Filosof Muslim, Bandung,  Mizan.

terj. Bandung, Pustaka

Thabari, Tarikh al-Umam wa ‘l-Muluk, jilid II

Thabari, Tarikh al-Umam wa ‘l-Muluk, jilid II

Thohir Abdul Muin, Ilmu Kalam, Jakarta, Wijaya, 1975

Umar Asasuddin Sokah, 1990, Lenyapnya Islam di Spanyol, Makalah, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.

Watt, W. Montgomery,  1967, A History of Islamic Spain, Edinburg: The University

Yunasril Ali 1991, Perkembangan Pemikiran Falsafah Dalam Islam, Jakarta, Bumi Akasara

Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam

METODOLOGI STUDI ISLAM

Tujuan:

Agar mahasiswa mampu memahami ajaran Islam secara metodologis dan kontekstual.

 

Pokok Pembahasan:

Pengertian agama dan Islam

Agama sebagai kebutuhan manusia

Islam sebagai doktrin ajaran

Islam dalam sejarah kerasulan

Beberapa pendekatan Studi Agama dan Islam

Pendekatan doktriner

Pendekatan filsafat

Pendekatan ilmu:

  1. Pendekatan Fenomenologis
  2. Pendekatan Antropologis
  3. Pendekatan Sosiologis

Tipologi Pemikiran Islam

Islam Tradisional

Islam Modern

Islam Neo-modern

Islam Liberal

Islam Fundamental

Islam dan Permasalahan Kontemporer

 

 

Referensi :

Abdullah, Taufik dan Rusli Karim (eds). 1989,  Metodologi Penelitian

Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.

Ali, Asghar. 1993, Islam dan Pembebasan, (terj), Yogyakarta, LKiS

Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?

Arkoun. 1986. Tarikhiyyah al-Fikr al-‘Araby al-Islamy. Bairut, Markas al-Inma’ al-‘Araby.

Atho’ Muzhar, Metodologi Penelitian Agama, Yogyakarta, Pustaka Pelajar

Fazlurrahman. 1984. Islam.  diterjemahkan oleh Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka.

Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.

Guillaume, Alfrsd .1956. Islam, England, Pinguin Books.

Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya

Hasan Hanafi, Agama, ideologi dan Pembangunan, Jakarta, P3M, 1991

Hassan Hanafi. 1986. Al-Islam: Ashalah wa Mumarasah. Marsil Syurboniyyah.

Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization ini Indonesia, Princeton University Press.

Mastuhu (ed), Metodelogi Penelitian Agama, 

Mastuhu dan Deden Ridwan (eds). 1988, Tradisi Penelitian Agama Islam: Tinjauan Antar Disiplin Ilmu, Bandung, Pusjarlit.

Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam

Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam

Mulyanto Sumardi, Penelitian Agama: Masalah dan Pemikiran

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Yayasan Paramadina.

Oliver Leaman. 1989, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Rajawali Pers

Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.

Tim, Metodologi Studi Agama, Yogyakarta, Pustaka Pelajar

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Filsafat Ilmu I (Logika)

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 2 SKS

 

 

I. Deskripsi Mata Kuliah :

 

Filsafat merupakan mata kuliah yang memberikan dasar dan landasan berpikir logis, sistematis dan metodologis. Setiap diskursus tentang metodologi memerlukan sentuhan-sentuhan filsafat. Tanpa sense of philosophy maka sebuah metodologi akan kehilangan substansinya.

Dalam perspektif keilmuan, posisi filsafat adalah sebagai landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan yang makin beragam, karena dalam konstruks epistemologi, filsafat dengan metodenya dapat menjadi dasarnya.

Mata kuliah Filsafat Ilmu I (Logika) ini merupakan mata kuliah dasar untuk mengenal alur berpikir dalam kegiatan keilmua. Filsafat dalam pengertian ini bukanlah “filsafat untuk filsafat”, melainkan dapat diaplikasikan dalam peningkatan penalaran, penerapan kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah serta mendiagnosis masalah dan mencari alternatif permecahannya. Dengan demikian, pembelajaran filsafat (logika) di sini tidak hanya berorientasi teoretik, tetapi juga praktik.

 

II. Tujuan :

 

Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu :

  1.   1.     memahami hakikat penalaran, proses berpikir secara ilmiah;
  2.   2.     memahami kriteria kebenaran dan sumber ilmu pengetahuan.

 

 

 

III. Materi dan Rencana Penyajian

 

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

1. Filsafat dan hakikat penalaran (pengertian, sistem dan sejarah singkat filsafat)

Ceramah

Tanya jawab

Pembagian Kelompok diskusi

2 Js

2. Logika :

• pengertian logika

• objek kajian logika

• jenis logika

• unsur logika

• sejarah singkat logika

Ceramah

Dialog

Tugas

3. Proses Berpikir :

• deduksi

• induksi

• analogi

• komparasi

 

 

Ceramah

Dialog

Tugas

 

 

4. Relasi antara logika dan bahasa

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

5. Silogisme :

• bentuk silogisme

• unsur silogisme

• hukum silogisme

• jenis silogisme

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

6. Konsep kebenaran :

• kriteria kebenaran

• sumber kebenaran

• aliran kebenaran

• dialektika filsafat

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

 

IV. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);
  5. ujian akhir semester (UAS);

 

 

V. Referensi:

 

  1.        1.         Ahmad Tafsir, 1999, Filsafat Umum, Bandung, Remaja Rosda Karya.
  2.        2.       Burhanuddin Salam. 1997. Logika Material (Filsafat Ilmu Pengetahuan). Jakarta, Rineka Cipta.
  3.        3.       Charis Zubeir, Metode Penelitian Filsafat, Yogyakarta, Fak. Filsafat UGM.

Cony R. Semiawan  et.al., 1988, Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu,

Bandung: Remaja Karya.

  1.        4.       Harold Titus,  et.al., 1984, Persoalan-persoalan Filasafat, terj. Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang.
  2.        5.       Honer dan Hunt, 1991, dalam Jujun S., Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan, Jakarta: Yayasan Obor.
  3.        6.       Jujun S. Suriasumanteri, 1990, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  4.        7.       Jujun S. Suriasumantri, 1989. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
  5.        8.       Jujun S. Suriasumantri, 1990, Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial dan Politik, Jakarta: Gramedia.
  6.        9.       Koento Wibisono, 1988, Beberapa Hal Tentang Filsafat Ilmu: Sebuah Sketsa Umum Sebagai Pengantar Untuk Memahami Hakekat Ilmu dan Kemungkinan Pembangunannya, Yogyakarta: IKIP.
  7.      10.     Langeveld, 1995, Menuju ke Pemikiran Filsafat, Jakarta, Pembangunan
  8.      11.     Lorens Bagus, 1996, Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia.

 

  1.      12.     Louis O Kattsof, 1987, Element of Philosophy, terj. Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana.
    1.      13.       Mundiri. 1996. Logika. Jakarta. PT. Rajawali Press.
    2.      14.       Poedjowijatna. 1992. Logika: Filsafat Berpikir. Jakarta, Rineka Cipta.
    3.      15.     R.G. Soekadijo. 1991. Logika Dasar: Tradisional, Simbolik dan Indoktif. Jakarta, PT. Gramedia
      1.      16.       Van Peursen, 1989, Susunan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu.
      2.      17.     W. Poespoprodjo dan T. Gilarso. 19989. Logika Ilmu Menalar. Bandung, Remaja Karya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam)

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 4 SKS

 

I. Deskripsi :

 

Filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam) ini merupakan mata kuliah yang memberikan pengembangan wawasan berpikir logis sistematis dan metodologis. Dalam perspektif keilmuan, posisi filsafat adalah sebagai landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan  yang makin beragam, karena dalam konstruks epistemologi, filsafat dengan metodenya dapat menjadi dasarnya. Sebagai contoh, fiqh pada hakikatnya adalah pemahaman yang dasarnya adalah filsafat (Islam), yang kemudian juga dikembangkan dalam ushul fiqh. Tanpa filsafat, fiqh akan kehilangan semangat inovasi, dinamisasi bahkan perubahan. Oleh karena itu jika terjadi pertentangan antara fiqh dan filsafat seperti yang pernah terjadi dalam sejarah pemikiran Islam, hal ini lebih disebabkan karena terjadinya kesalahpahaman dalam memahami risalah kenabian. Filsafat bukan anak haram Islam, melainkan anak kandung yang sah dari risalah kenabian tersebut.

Setiap diskursus tentang metodologi haruslah dibangun di atas sentuhan-sentuhan  filsafat. Tanpa sense of philosophy, maka sebuah metodologi akan kehilangan substansinya. Metodologi Studi Islam (MSI) perlu dikembangkan lebih lanjut agar visi epistemologisnya dapat menjabarkan secara integral dan terpadu tiga arus utama dalam ajaran Islam: aqidah, syari’ah dan akhlaq. Integritas ketiga aspek tersebut hendaknya dimantapkan berdasarkan kecenderungan intelektual masa kini, bukan mencatat metodologi setiap ilmu yang berkembang dalam sejarah pemikiran Islam secara parsial, melainkan berupaya menemukan hubungan-hubungan logis antar pelbagai disiplin ilmu yang berkembang dalam wacana pemikiran Islam kontemporer.

Lebih dari itu dalam era modern dan globalisasi ini, kita perlu mengembangkan ilmu agama Islam pada wilayah praksis, bagaimana ilmu-ilmu agama Islam mampu memberikan kontribusi yang paling berharga bagi kepentingan kemanusiaan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim sebelumnya. Berpadunya aspek idealisme dan realisme atau rasionalisme dan empirisme dalam paradigma keilmuan Islam perlu dikembangkan. Untuk itu, mata kuliah filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam) ini perlu mendapat perhatian serius, khususnya di Ma’had ‘Aly ini.

 

II.Tujuan:

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu :

  1. Memahami pengertian filsafat Ilmu, relasi antara filsafat, ilmu  dan agama serta  sejarah pertumbuhan dan perkembangannya;
  2.  Berpikir filosufis, mampu membedakan antara paradigma berpikir filosufis, ilmiah dan agamis;
  3. 3.      Memahami fenomena kehidupan dan ajaran agama secara radikal-substansial dengan pendekatan filosufis dan ilmiah.

III. Materi dan Rencana Penyajian

 

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

 
 
  1. Filsafat, ilmu dan agama (Pengertian, persamaan, perbedaan dan relasi antara ketiganya);

 
  1. Filsafat, ilmu dan agama (objek, metode dan pendekatan, sumber dan sifat kebenaran);

 

 
  1. Objek Kajian Filsafat Ilmu  (ontologi, epistemologi, aksiologi);

 

 
  1. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan filsafat Ilmu;

 

 
  1. Tradisi Keilmuan Islam dan Pengaruhnya terhadap dunia Barat Modern

 
  1. Metode Memperoleh Ilmu dalam Islam;

 
  1. Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan Menurut Islam;

 
  1. Antara Ilmu, Iman dan Amal;

 

 
  1. Tanggung Jawab Ilmuwan Muslim dalam Menggali dan Mengembangkan Ilmu.

 

 

 

IV. Metode Kuliah:

 

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti Al-Ma’rifah ‘Inda Mufakkir al-Muslimin,  karya Muhammad Ghallab.

 

V. Sistem Penilaian:

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5.  ujian akhir semester (UAS);

VI. Referensi:

A.    Buku Wajib
  1. Abd. Razak Naufal,  tt., Bain ad-Din wal-‘Ilm, Cairo: Maktabah al-Wahbah.

Al-Ghazali, I hya’ Ulum al-Din, jilid IV, Dar al-Ihya.

  1. Ali Abdul ‘Azhim, 1989,  Al-Falsafat al-Ma’rifah fi al-Qur’an al-Karim, terj. A. Masykur Hakim, Bandung : C.V Rosda.
  2. Al-Qardhawi, 1989. Al-Rasul wa’l- Imu, terj. Kamaluddin Marzuki, Bandung, Rosda.
  3. Athif al-‘Iraqi, 1984. Tsaurat al-‘Aqli Fi-‘l-Falsafat al-‘Arabiyah, Dar al-Ma’arif al-Qahirah.
  4. Baqir As-Shadr,  1991, Falsafatuna, terj. M. Nur Mufid, Bandung: Mizan.
  5. Fuad Abd al-Baqi, Al-Mu’jam al-Mufahras li al-faz al-Qur’an al-Karim, Dar at-Turats al-‘Arabi
  6. Harun Hadiwijono, 1990, Sari Sejarah Filsafat Barat, jilid I dan II, Yogyakarta: Kanisius.
  7. Honer dan Hunt, 1991, dalam Jujun S., Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan, Jakarta: Yayasan Obor.
  8. Islmail R Al-Faruqi, 1991, “Islamisasi Ilmu-Ilmu Sosial” dalam Bagader, A. (ed.), Islam and Sociologi Perspective, terj. Mahnun Husein, Surabaya: Amar press.
  9.  Ismail R Al Faruqi, 1984, Islamisation of Knowledge, terj. Anas Muhyiddin, Bandung: Pustaka.
  10.  Jujun S. Suriasumanteri, 1990, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  11.  Jujun S. Suriasumantri, 1989. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
  12.  Jujun S. Suriasumantri, 1990, Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial dan Politik, Jakarta: Gramedia.
  13.  Koento Wibisono, 1988, Beberapa Hal Tentang Filsafat Ilmu: Sebuah Sketsa Umum Sebagai Pengantar Untuk Memahami Hakekat Ilmu dan Kemungkinan Pembangunannya, Yogyakarta: IKIP.
  14.  Koentowibisono, Ilmu, Filsafat dan Aktualisasinya dalam Pembangunan, Yogyakarta, LPM, 1985.
  15.  Louis O Kattsof, 1987, Element of Philosophy, terj. Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana.
  16.  M. Husain Shadr,  1984, “Science in Islam: Is there a Conflict” dalam Sardar, The Touch of Midas.
  17.  Mahdi Ghulsani, 1991, The Holy Qu’an and The Science of Nature, terj. Agus Efendi, Bandung, Mizan.
  18.  Miska M. Amin, 1983, Epistemologi Islam, Jakarta: UI Press.
  19.  Muhammad Ghallab, tt., Al-Ma’rifah ‘Inda Mufakkir al-Muslimin, Mesir: Dar at-Ta’lif  wa at-Tarjamah.
  20.  Sayyed Hossein Nasr, 1970, Science and Civilisation in Islam, The New American Library.
  21.  Sayyed Hossein Nasr, dalam Yazdi, Mahdi Ha’iri, 1994. Ilmu Hudhuri, Prinsip-Prinsip Epistemologi dalam Islam, Bandung, Mizan.
  22.  Van Melsen, 1990, Ilmu Pengetahuan dan Tanggung Jawab Kita, Jakarta: Gramedia.
  23.  Van Peursen, 1989, Susunan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu.
  24.  W.C Kittick, 1989, Ibn ‘Arabi’s Metaphisics of Imagination: The Sufi Path of Knowledge, New York: State University Press.
  25.  Weinsink, 1962. Al-Mu’jam al-Mufahras li alfazh al-Hadits.
  26. Abdul Halim Mahmud, 1979, Mauqif al-Islam Min al-Fanni, wal-’ilmi wal-falsafati, Cairo: Dar As-Sya’bi.
  27. Abdurrahman Wahid, 1987, “Tradisi Keilmuan Dalam Islam” dalam Tantangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: L P M UII.
  28. Abdussalam, 1983, Sains dan Dunia Islam, terj. Baiquni, Bandung: Pustaka.
  29. Ahmad Haris Zubair, dalam Irma Fatimah, ed. 1992. Filsafat Islam Kajian Ontologis, Epistemologis, Aksiologis, Historis-Prospektif, Yogyakarta, LESFI.
  30. Ahmad Tafsir, 1999, Filsafat Umum, Bandung, Remaja Rosda Karya.
  31. Amin Abdullah, 1992, Aspek Epistemologi Filsafat Islam, makalah, Yogyakarta: IAIN.
  32. C.A. Qadir, 1989, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan dalam Islam, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  33. Charis Zubeir, Metode Penelitian Filsafat, Yogyakarta, Fak. Filsafat UGM.
  34. Cony R. Semiawan  et.al., 1988, Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu, Bandung: Remaja Karya.
  35.  D.F. Beerling, 1988, Filsafat Dewasa ini, terj. Hasan Amin, Jakarta: Balai Pustaka.
  36.  De Boer, 1961, The History of Philosophy in Islam, terj. E.R. Jones, New York: Dover Publication, Inc.
  37.  Frans Magnis Suseno, 1991, Bersilsafat dari Konteks, Jakarta: Gramedia.
  38.  Harold Titus,  et.al., 1984, Persoalan-persoalan Filasafat, terj. Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang.
  39.  Langeveld, 1995, Menuju ke Pemikiran Filsafat, Jakarta, Pembangunan
  40.  Lorens Bagus, 1996, Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia.
  41.  Madjid Fakhry,  1983, A History of Islamic Philosophy, New York: Colombia University Press.
  42.  Muhammad Iqbal, 1981, The Reconstruction of Religion Thought in Islam, New Delhi: Kitab Bhavana.
  43.  Muhammad Rasyidi, 1985, Filsafat Agama, Jakarta, Bulan Bintang.
  44.  Munawar Ahmad Anees, 1991, “Menghidupkan Kembali Ilmu” dalam Al-Hikmah, Juranal Studi-studi Islam, Juli-Oktober, Bandung: Yayasan Mutahhari.
  45.  Noeng Muhadjir, 1987, “Mengintegrasikan Wawasan Islam dan Ilmu Pengetahuan”, Tim
  46.  Quraisy Shihab, 1992, Membumikan al-Qur’an, Bandung, Mizan
  47.  Zainuddin, M. 2003. Filsafat Ilmu: Perspektif Pemikiran Islam, Malang, Bayu Media.
  48.  Ziauddin Sardar, (ed.)., 1984, The Touch of Midas: science Values and environment in Islam and the West, Manchester University Press.
  49.  Ziauddin Sardar, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

B. Buku Anjuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Sejarah Sosial Islam

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 4 SKS

 

 

 

I. Deskripsi :

 

          Citra buruk umat Islam pada kebanyakan kalangan non-Muslim Barat amat lekat di pikiran mereka. Islam dianggap sebagai “agama pedang”, agama kekerasan, otoriter dst. Ketika melihat praktik kehidupan bernegara di dunia Islam, Samuel Huntington dan Fukuyama berkesimpulan, bahwa Islam tak kompatibel dengan demokrasi. Semua itu dikaitkan dengan praktik otoritarianisme yang dilakukan oleh sebagian warga atau pemimpin Islam di Timur Tengah. Dan akhir-akhir ini, pasca peristiwa WTC 11 September 2001 dan  bom Bali  citra Islam  semakin bertambah rendah di mata mereka.

Kajian mata kuliah Sejarah Sosial (Umat) Islam mengikuti perspektif  Akbar S. Ahmed, dengan menggunakan paradigama tipologi, yaitu tipe ideal Muslim dan tipe hsitoris. Konsep tipe ideal mengacu pada masyarakat Arab abad ke-7. Dalam Islam terdapat dua unsur utama yang saling menunjang dan saling melengkapi. Unsur pertama bersumber dari kitab suci dan unsur kedua bersumber dari kehidupan Nabi (sirah Nabawiyah, sunnah).

Tipe ideal adalah tipe yang paling abadi dan taat azaz (konsisten). Sejarah Islam (sosial umat Islam) mengandung banyak bukti yang menunjukkan adanya hubungan dinamis antara masyarakat dengan upaya para ulama’ dan para intelektual Muslim untuk mencapai model ideal. Wawasan dan tipe ideal tersebut membuka peluang timbulnya dinamika dalam masyarakat Muslim. Ketika dalam proses pergumulan sejarahnya inilah umat Islam menghadapi tantangan yang berat dan kerapkali jauh dari wilayah yang ideal tadi. Itulah maka ada term Islam ideal dan Islam historis. Mata kuliah ini ingin melihat dua sisi sejarah Islam, baik ideal maupun historis.

 

II.Tujuan :

Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu :

  1. memahami pertumbuhan dan perkembangan sejarah sosial umat Islam;
  2. 2.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam dari periode klasik hingga modern;
  3. 3.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam Indonesia.

 

 

 

 

 

 

III. Materi dan Rencana Penyajian

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

  1. 1.      Teori Sejarah Islam

 

 

 

2. Periodesasi Sejarah Islam:

Periode Nabi Muhammad saw. dan Khulafaurrasyidin

Periode Daulah Umayyah dan Abbasiyah

Periode Daulah Usmaniyah Turki

Periode Daulah Shafawiyah Persi

Periode Kerajaan Mongol India

 

 

 

3.Sebab-sebab kemunduran umat Islam dan kemajuan dunia Barat

 

 

 

4. Zaman Baru Islam dan Munculnya nation-state

 

 

 

5. Islam di Asia Tenggara: nasionalisme, etnisitas dan agama.

 

 

 

6. Sejarah Masuk dan perkembangan Islam di Indonesia

 

 

 

7. Akar gerakan sosial umat Islam Kontemporer:  Wali Songo, Kiai, Pesantren dan tarekat.

 

 

 

8. Reformisme Ulama Jawi Abad ke-17

 

 

 

9. Pembaruan Islam di Indonesia: (Kaum Padri, al-Irsyad dan Jami’at al-Khair,

 

 

 

10. Muhammadiyah dan Persis, Syarikat Islam dan Jong Islamiten Bond, NU, Masyumi).

 

 

 

11. Islam Kontemporer di Indonesia:

 

 

 

 

10. Pergumulan umat Islam dalam Indonesia Baru

 

 

 

11. NU, Islam dan wawasan kebangsaan.

 

 

 

12. Munculnya Partai-partai Islam di Indonesia

 

 

 

 

 

IV. Metode Kuliah:

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti  Fajr al-Islam karya Ahmad Amin.

V. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5.   ujian akhir semester (UAS);

 

 

VI. Referensi:

 

  1. Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999.
  2. Azyumardi Azra, “Islam di Asia Tenggara: Pengantar Pemikiran, dalam Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, Jakarta: Obor, 1989;
  3. Azyumardi Azra, “Akar Historis Pembaharuan Islam di Indonesia”, dalam  M.D. Syamsuddin (ed.), Muhammadiyah Kini & Esok, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990, 1-32
  4. Azyumardi Azra, The Transmission of Islamic Reformism, M.C. Quzwain, mengenal Allah: Suatu studi mengenai Ajaran Tasawwuf Shaykh ‘abdus Samad al-Falimbani, Jakarta: Bulan Bintang, 1984 vol. II, 346-582; Bab 5 dan Bab 6.
  5. A.Daudy, Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin ar-Raniri, Jakarta: Rajawali, 1983;S. Harun, Doktor, IAIN Jakarta, 1988;
  6. Hasymy, Sejarah Masuk dan Perkembangannya Islam di Indonesia,  Semarang, al-Ma’arif, 1993
  7. A.H. Johns, “ Quranic Exegesis in the Malay world: In Search of a Profile”, dalam a. Rippin (ed), Approaches to the history of the interpretation of the Qur’an, 1988;
  8. A.H. Johns, “Islam di Asia Tanggara: Masalah Perspektif” dalam T. Abdullah (ed), Islam di Asia Tenggara : Perspektif Sejara, Jakarta: LP3ES, 1989, 37-47;
  9. A.H. Johns, “Sufism asa Category in Indonesian Literatur and History”, JSEAH 2, II 1961.
  10.  A.H. Johns, “Friends in grace: Ibrahim al-Kurani and ‘Abd al-Ra’uf al-Singkeli”, dalam S. Udin (ed), Spectrum: Essay Presented to Sutan Takdir Alisjahbana, Jakarta: Dian Rakyat, 1978.
  11.  Abdullah, Perkembangan Ilmu Tasawwuf dan tokoh-tokohnya di Nusantara, Surabaya; al-Ikhlas, 1980;
  12.  Abu Hamid, “Syekh Yusuf Tajul Khalwati: Suatu Kajian Antropologi Agama”, disertai doktor, Unhas, 1990;
  13.  Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.
  14.  Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah)
  15.  Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah
  16.  Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.
  17.  Andre Feillard, NU VIS a VIS Negara, Yogyakarta, LKiS

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press Bandung, Sumur Bandung

  1.  Dobbin, “Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of Country”, Modern Asian Studies, 8, III ( 1974; Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra 1784-1847, London: Curzon, 1983;
  2.  Dawam Raharjo, (ed.) Islam Indonesia Menatap Masa Depan, Jakarta: P3M.
  3.  Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta, LP3ES, 1982.
  4.  Fatimi, Islam Comes to Malaysia, 1963; S.M.N. al-Attas, Premilinary Statement of a General Theory of Islamization of the Malay-Indonesiaan Archipelago, 1969;
  5.  Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.
  6.  H.J. Benda, “The Structure of Southeast Asian HistorY: Some Preliminary Observatuion”, JSEAH, 2,I, 1962.
  7.  H.J. de Graaf, “Islam di Asia Tenggara sampai abad Abad 18”, dalam A. Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tanggara;
  8.  H.J. de Graff &Th. G. Th. Pegeaud, KerajaanKerajaan Islam di Jawa, Jakarta: Gafiti, 1984;
  9.  H.J. de Graff, Islam di Asia Tenggara sampai Abad 18”, A.C. Milner, “Islam dan Negara Muslim”, dalam A.Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, 1-35;
  10.  H.W. Abdullah, Perkembangan Ilmu Fiqih dan tokohtokohnya di Nusantara, Solo: Ramadhani, 1985;
  11.  Hasan al-Idrus, Penyebaran Islam di Asia Tenggara, Jakarta, Lentera 1996.
  12.  Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization in Indonesia, Princeton University Press.
  13.   Hitti, Philip K, 1970, The Arabs: A short History, terj. Ushuluddin Hutagalung, Bandung, Sumur Bandung
  14.  Husen. Nasr 1970, Science and Civilization in Islam, The New American Library.
  15.  Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid IV
  16.  K. Steenbrink, “Lembaga-lembaga Pendidikan Islam” dan “Lembaga Pendidikan dan Fungsinya dalam Pengembangan Islam”, dalam beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19, Jakarta: Bulan Bintang, 1984, 151-172;
  17.  Kuntowijoyo, 1991, Paradigma Islam, Interpretasi Untuk Aksi , Mizan Bandung.
  18.  Kuntowijoyo, 1994, Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia, Yogyakarta, Shalahuddin Press.
  19.  M. A.Jabbar Beg, 1980. Islam and Western Concepts of Civilization, Kuala Lumpur, The University of  Malaya Press.
  20.  M. Van Bruinessen, “ Kitab kUning: Bokks in Arabic Script used in the Pesantren Milieu”, BKI 146 1990.
    1.  M.A. P Meilink-Roelofsz, Asian Trade in European Influence in the Indonesianan Archipelago between 1500 and about 1630, Den Haag: Nijhoff, 1962.
  21.  Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan, 1992;
  22.  Masdar F. Masudi, Agama Keadilan,  Jakarta, Pustaka Firddaus, 1991.
  23.  Munawir Syazali, Islam Politik dan Negara, INIS
  24.  Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung, Mizan, 1990.
  25.  Nouruzzaman Shiddiqi, 1986, Tamaddun: Bunga Rampai Sejarah Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.
  26.  P.Riddell, Transferring a Traditary, ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili’s Rendering ito Malay of the Jalayn Commentary, barkeley: Univ. of California, 1990;
  27.  Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.
  28.  R. Jones, “Ten Conversion Myths from Indonesia; dalam N.  Levtzion (ed), Conversion to Islam, New York:
  29.  R.O. Winstedt, A History of Classical Malay Literature, Kuala Lumpur: Oxford U.P; 1969: P. Riddel, “ Earliest Quranic Exegetical Activity in the Malay-Speaking States”, Archipel, 38 (1989);
  30.  S. H. Al-Attas, “On the Need for an Historical Study of Malaysian Islamization”, JSEAH, 4,I (1963);
  31.  S.E. Dangor, Shaykh Yususf, Durban: Kat Bros, 1982; Tudjimah et. al, Syekh Yusuf Makasar: Riwayat Hidup, Karya dan Ajarannya, Jakarta: Dep. P7K, 1987;
  32.  S.M.N. al Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung: Mizan, 1990; Hamka, Sejarah Umat Islam IV, Jakarta: Bulan Bintang, 1981;
  33.  S.M.N. al-Attas, A Commentary of the Hujjat al-Siddiq of Nur al-Din al-Raniri, Kuala Lumpur: DBP, 1986.
  34.  Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.
  35.  Syafii Ma’arif, Islam, Politik dan Negara, Jakarta, LP3ES
  36.  T. Abdullah & S. Siddique (eds), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tanggara, Jakarta: LP3ES, 1988, 58-99
  37.  T. Abdullah, “Islam dalam Sejarah Nasional”, dalam Islam dan Masyarakat : Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta : LP3ES, 1987, 226-242;
  38.  Umar Asasuddin Sokah, 1990, Lenyapnya Islam di Spanyol, Makalah, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.
  39.  W.R. Roff, “ Islam Obscured?: Some Redflections on Studies of Islam and Society in Southeast Asia”, Archipel, 28, 1985.
  40.  “Jaringan ‘Ulama’ Timur dan Indonesia Abad ke-17”, dalam refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam: 70 Tahun Harun Nasution, Jakarta: LSAF, 1989, 358-384;
  41.  “The Surau and the Early Drewes, An Early Reform Movements in Minangkabau”, Mizan, III, 2 1990.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN

Mata Kuliah         : ILMU KALAM

Komponen            : M.K. Pilihan

Bobot                    : 2 SKS

Pembina                : Drs. M. Zainuddin, MA.

 

Tujuan:

  1. Agar mahasiswa mampu memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ilmu Kalam;
  2. Agar mahasiswa memahami munculnya sekte-sekte dalam Islam dan masalah yang ditimbulkannya.

 

Kuliah I:  Topik Pembahasan

1. Pengertian dan kedudukan ilmu tauhid dalam ajaran Islam serta nama lain dari ilmu tauhid.

 

Referensi:

Ahmad Hanafi, Pengantar Teologi Islam, Jakarta, Pustaka al-Husna, 1987, hal. 11-48.

Abdul Aziz Dahlan, Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam, Jakarta, penerbit Cipta, 1987, hal. 13-51.

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986, hal. 1-10

———————, Teologi Islam (Ilmu Kalam), Jakarta, Bulan Bintang, 1974, hal. 3-28.

 

Kuliah II: Topik Pembahasan

  1. Aspek-aspek Tauhid: Tauhid Zat, Tauhid Sifat dan Tauhid Af’al.
  2. Jenis-jenis Tauhid: Rububiyah dan Uluhiyah.

 

Referensi:

Mahmud Syaltut, al-Islam: Aqidah wa syari’ah, Bairut, Dar al-Syuruq, 1985 hal, 52-68.

Muhammad Abduh, Risalah Tauhid, Jakarta, Bulan Bintang.

Thohir Abdul Muin, Ilmu Kalam, Jakarta, Wijaya, 1975, hal.5-25.

 

Kuliah III: Topik Pembahasan

  1. Konsepsi: iman, kufur, syirik dan khurafat.
  2. Iman dan amal saleh: Dua ajaran yang tak terpisahkan.

Referensi

Hasan Hanafi, Agama, ideologi dan Pembangunan, Jakarta, P3M, 1991

Asgar Ali, Islam, Agama Pembebasan, Yogyakarta, LKiS, 1997

Kuliah IV: Topik Pembahasan

  1. Latar Belakang Timbulnya Sekte-sekte  dalam Islam

 

Refensi

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta,

Haidar Bagir (Ed), Satu Islam Sebuah Dilema, Jakarta, Mizan 1985, hal

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986, hal. 1-10

Masyhur Amin (Ed), Teologi Pembangunan, Yogyakarta, Lakpesdam NU.

                                                                                         

Kuliah V: Topik Pembahasan

  1. Khawarij: Sejarah dan ajarannya

 

Referensi

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal. 35-51

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal 11-21.

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 114-137.

 

Kuliah VI: Topik Pembahasan

  1. Murji’ah: Sejarah dan ajarannya

 

Referensi

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal 50-64.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah. Hal. 213

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 114-137.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy, hal. 36.

 

Kuliah VII: Topik Pembahasan

1. Qadariyah dan Jabbariyah: Sejarah dan ajarannya

 

Referensi

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 85-105.

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986, hal. 31-37.

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal 50-64.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah, hal. 213

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 114-137.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy, hal. 36.

 

Kuliah VIII: Topik Pembahasan

1. Mu’tazilah: Sejarah dan ajarannya

 

Referensi

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 65-91

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986, hal. 38-60

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal. 65-91.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah. Hal. 235.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 43-84.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy, hal. 73-87

 

Kuliah IX: Topik Pembahasan

1. Ahlussunnah: Sejarah dan Ajarannya

Referensi

Ahmad Hanafi, Pengantar Theologi, Jakarta, Bulan Bintang, 1985 hal.104-134.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 65-91

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisis Perbandingan, Jakarta,  UI Press, 1986, hal. 61-78.

Abdul Aziz Dahlan. 1987. Sejarah Perkembangan pemikiran dalam Islam, jakarta, Bennabi Cipta, hal. 92-171.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah. Hal. 235.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 43-84.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy, hal. 73-87

———————-, Teologi Islam, 58-71.

Nurcholish Majid, Islam, Doktrin dan Peradaban, hal 269-285.

Muhammad al-Abd, al-Ushul al-Fikriyyah li mazhab ahl Sunnah, Dar al-Nahdhah al-Tarbiyah.

Kuliah X: Topik Pembahasan

1. Syi’ah: Sejarah dan ajarannya

Referensi

Abu Baklar Aceh, Perbandingan Mazhab Syi’ah Solo, Ramadhani 1984.

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr hal. 146.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy, hal. 17, 35- 64-72, 121-128.

———————-, Teologi Islam, 58-71.

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah. Hal. 235.

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

 

Metode Kuliah:

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti Maqqalat –nya al-Asy’ari.

 

Sistem Penilaian:

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);
  5. ujian akhir semester (UAS);

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

 

 

Abu Bakar Aceh, Perbandingan Mazhab Syi’ah Solo, Ramadhani 1984.

Abu Bkar Aceh. 1980. Syi’ah Rasionalisme dalam Islam, Solo: Ramadhani

Ad-Dihlawi.1981. Mukhtashar at-Tuhfah al-Isna Asyariyah, (Turki: Isik Kitabevi,

Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.

Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Ahmad Hanafi, Pengantar Teologi Islam, Jakarta, Pustaka al-Husna, 1987

Ahmad Syalabi, 1978. Mansu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Al-Asy’ari. 1.969. al-Maqalat al-Islamiyin wakhtilaf al-Mushallin, Juz I, Mesir: Maktabah an-Nahdhah.

Asgar Ali, Islam, Agama Pembebasan, Yogyakarta, LKiS, 1997

As-Syahrastani, tt. Al-Milal wan Nihal, Beirut: Dar al-Fikr

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press

Fatchullah Khalif. 1979. Kitab at-Tauhid Lil Imam Abu Manshur, AlMahtabah Al-Islamiyyah, Istanbul,

Fazlurrahman. 1984. Islam.  diterjemahkan oleh Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka.

Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.

Guillaume, Alfrsd .1956. Islam, England, Pinguin Books.

Harun Nasution, Teologi Islam (Ilmu Kalam), Jakarta, Bulan Bintang, 1974.

Harun Nasution. 1974. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: Bulan Bintang

Harun Nasution. 1989. Teologi Islam, Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarta, UI Press.

Hasan Hanafi, 1992, Agama, Ideologi, dan Pembangunan, terj. Sonhaji Soleh, Jakarta, P3M.

Hasan Ibrahim Hasan, At-Tarikh al-Islami,

Ibnu Hisyam, At-Tarikh An-Nabawiya, jilid IV,

M. Zainuddin, Syi’ah Isna ‘Asyariyah dan Konsep Imamah-nya, makalah, Pascasarjana, 1991.

M. Zainuddin. 1988. Proses Terbentuknya Khilafah Khulafa’ ar-Rasyidin, Surabaya: Majalah Aula

Mahmud Syaltut, al-Islam: Aqidah wa syari’ah, Bairut, Dar al-Syuruq, 1985.

Montgomery Watt, Islamic Philosophy,

Muhammad Abduh, Risalah Tauhid, Jakarta, Bulan Bintang.

Muhammad Abu Zahrah. 1946. Tarikh al-Mazahib al-Islamiyyah, Juz I, Dar al-Fikr al-Arabi,.

Nourouzzaman As-Shiddieqi. 1985. Syi’ah dan Khawarij dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: PLP2M.

Nurcholish Madjid, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Yayasan Paramadina.

Syalabi, Mausu’at al-Tarikh al-Islami,

Thabari, Tarikhul-Umam wal-Muluk, jilid II

Thohir Abdul Muin, Ilmu Kalam, Jakarta, Wijaya, 1975

Yousoef Souyb. 1982. Pertumbuhan dan Perkembangan Aliran Sekte Syi’ah,  Jakarta: al-Husna

Skip to toolbar