Sejarah Sosial Umat Islam

I. Deskripsi :

 

            Citra buruk umat Islam pada kebanyakan kalangan non-Muslim Barat amat lekat di pikiran mereka. Islam dianggap sebagai “agama pedang”, agama kekerasan, otoriter dst. Ketika melihat praktik kehidupan bernegara di dunia Islam, Samuel Huntington dan Fukuyama berkesimpulan, bahwa Islam tak kompatibel dengan demokrasi. Semua itu dikaitkan dengan praktik otoritarianisme yang dilakukan oleh sebagian warga atau pemimpin Islam di Timur Tengah. Dan akhir-akhir ini, pasca peristiwa WTC 11 September 2001 dan  bom Bali  citra Islam  semakin bertambah rendah di mata mereka.

Kajian mata kuliah Sejarah Sosial (Umat) Islam mengikuti perspektif  Akbar S. Ahmed, dengan menggunakan paradigama tipologi, yaitu tipe ideal Muslim dan tipe hsitoris. Konsep tipe ideal mengacu pada masyarakat Arab abad ke-7. Dalam Islam terdapat dua unsur utama yang saling menunjang dan saling melengkapi. Unsur pertama bersumber dari kitab suci dan unsur kedua bersumber dari kehidupan Nabi (sirah Nabawiyah, sunnah).

Tipe ideal adalah tipe yang paling abadi dan taat azaz (konsisten). Sejarah Islam (sosial umat Islam) mengandung banyak bukti yang menunjukkan adanya hubungan dinamis antara masyarakat dengan upaya para ulama’ dan para intelektual Muslim untuk mencapai model ideal. Wawasan dan tipe ideal tersebut membuka peluang timbulnya dinamika dalam masyarakat Muslim. Ketika dalam proses pergumulan sejarahnya inilah umat Islam menghadapi tantangan yang berat dan kerapkali jauh dari wilayah yang ideal tadi. Itulah maka ada term Islam ideal dan Islam historis. Mata kuliah ini ingin melihat dua sisi sejarah Islam, baik ideal maupun historis.

 

I.     Tujuan :

 

Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu :

  1. memahami pertumbuhan dan perkembangan sejarah sosial umat Islam;
  2. 2.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam dari periode klasik hingga modern;
  3. 3.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam Indonesia.

 

 

II. Topik Pembahasan:

Teori Sejarah Islam

Periodesasi Sejarah Islam:

Periode Nabi Muhammad saw. dan Khulafaurrasyidin

Periode Daulah Umayyah dan Abbasiyah

Periode Daulah Usmaniyah Turki

Periode Daulah Shafawiyah Persi

Periode Kerajaan Mongol India

Sebab-sebab kemunduran umat Islam dan kemajuan dunia Barat

Zaman Baru Islam dan Munculnya nation-state

Islam di Asia Tenggara: nasionalisme, etnisitas dan agama.

Sejarah Masuk dan perkembangan Islam di Indonesia

Akar gerakan sosial umat Islam Kontemporer:  Wali Songo, Kiai, Pesantren dan tarekat.

Reformisme Ulama Jawi Abad ke-17

Pembaruan Islam di Indonesia: (Kaum Padri, al-Irsyad dan Jami’at al-Khair, Muhammadiyah dan Persis, Syarikat Islam dan Jong Islamiten Bond, NU, Masyumi).

Islam Kontemporer di Indonesia:

Pergumulan umat Islam dalam Indonesia Baru

NU, Islam dan wawasan kebangsaan.

Munculnya Partai-partai Islam di Indonesia

 

III. Metode Kuliah:

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti  Fajr al-Islam karya Ahmad Amin.

 

IV. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5.   ujian akhir semester (UAS);

 

 

V. Referensi:

 

Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999.

Azyumardi Azra, “Islam di Asia Tenggara: Pengantar Pemikiran, dalam Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, Jakarta: Obor, 1989;

Azyumardi Azra, “Akar Historis Pembaharuan Islam di Indonesia”, dalam  M.D. Syamsuddin (ed.), Muhammadiyah Kini & Esok, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990, 1-32

Azyumardi Azra, The Transmission of Islamic Reformism, M.C. Quzwain, mengenal Allah: Suatu studi mengenai Ajaran Tasawwuf Shaykh ‘abdus Samad al-Falimbani, Jakarta: Bulan Bintang, 1984 vol. II, 346-582; Bab 5 dan Bab 6.

A. Hasymy, Sejarah Masuk dan Perkembangannya Islam di Indonesia,  Semarang, al-Ma’arif, 1993

A.H. Johns, “ Quranic Exegesis in the Malay world: In Search of a Profile”, dalam a. Rippin (ed), Approaches to the history of the interpretation of the Qur’an, 1988;

A.H. Johns, “Islam di Asia Tanggara: Masalah Perspektif” dalam T. Abdullah (ed), Islam di Asia Tenggara : Perspektif Sejara, Jakarta: LP3ES, 1989, 37-47;

A.H. Johns, “Sufism asa Category in Indonesian Literatur and History”, JSEAH 2, II 1961.

A.H. Johns, “Friends in grace: Ibrahim al-Kurani and ‘Abd al-Ra’uf al-Singkeli”, dalam S. Udin (ed), Spectrum: Essay Presented to Sutan Takdir Alisjahbana, Jakarta: Dian Rakyat, 1978.

Abdullah, Perkembangan Ilmu Tasawwuf dan tokoh-tokohnya di Nusantara, Surabaya; al-Ikhlas, 1980;

Abu Hamid, “Syekh Yusuf Tajul Khalwati: Suatu Kajian Antropologi Agama”, disertai doktor, Unhas, 1990;

Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.

Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah)

Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah

Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.

Andre Feillard, NU VIS a VIS Negara, Yogyakarta, LKiS

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press

Bandung, Sumur Bandung

C. Dobbin, “Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of Country”, Modern Asian Studies, 8, III ( 1974; Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra 1784-1847, London: Curzon, 1983;

Dawam Raharjo, (ed.) Islam Indonesia Menatap Masa Depan, Jakarta: P3M.

Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta, LP3ES, 1982.

Fatimi, Islam Comes to Malaysia, 1963; S.M.N. al-Attas, Premilinary Statement of a General Theory of Islamization of the Malay-Indonesiaan Archipelago, 1969;

Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.

H.J. Benda, “The Structure of Southeast Asian HistorY: Some Preliminary Observatuion”, JSEAH, 2,I, 1962.

H.J. de Graaf, “Islam di Asia Tenggara sampai abad Abad 18”, dalam A. Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tanggara;

H.J. de Graff &Th. G. Th. Pegeaud, KerajaanKerajaan Islam di Jawa, Jakarta: Gafiti, 1984;

H.J. de Graff, Islam di Asia Tenggara sampai Abad 18”, A.C. Milner, “Islam dan Negara Muslim”, dalam A.Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, 1-35;

H.W. Abdullah, Perkembangan Ilmu Fiqih dan tokohtokohnya di Nusantara, Solo: Ramadhani, 1985;

Hasan al-Idrus, Penyebaran Islam di Asia Tenggara, Jakarta, Lentera 1996.

Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization in Indonesia, Princeton University Press.

Hitti, Philip K, 1970, The Arabs: A short History, terj. Ushuluddin Hutagalung, Bandung, Sumur Bandung

Husen. Nasr 1970, Science and Civilization in Islam, The New American Library.

Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid IV

K. Steenbrink, “Lembaga-lembaga Pendidikan Islam” dan “Lembaga Pendidikan dan Fungsinya dalam Pengembangan Islam”, dalam beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19, Jakarta: Bulan Bintang, 1984, 151-172;

Kuntowijoyo, 1991, Paradigma Islam, Interpretasi Untuk Aksi , Mizan Bandung.

Kuntowijoyo, 1994, Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia, Yogyakarta, Shalahuddin Press.

M. A.Jabbar Beg, 1980. Islam and Western Concepts of Civilization, Kuala Lumpur, The University of  Malaya Press.

M. Van Bruinessen, “ Kitab kUning: Bokks in Arabic Script used in the Pesantren Milieu”, BKI 146 1990.

M.A. P Meilink-Roelofsz, Asian Trade in European Influence in the Indonesianan Archipelago between 1500 and about 1630, Den Haag: Nijhoff, 1962.

Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan, 1992;

Masdar F. Masudi, Agama Keadilan,  Jakarta, Pustaka Firddaus, 1991.

Munawir Syazali, Islam Politik dan Negara, INIS

Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung, Mizan, 1990.

Nouruzzaman Shiddiqi, 1986, Tamaddun: Bunga Rampai Sejarah Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.

P.Riddell, Transferring a Traditary, ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili’s Rendering ito Malay of the Jalayn Commentary, barkeley: Univ. of California, 1990;

Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.

R. Jones, “Ten Conversion Myths from Indonesia; dalam N.  Levtzion (ed), Conversion to Islam, New York:

R.O. Winstedt, A History of Classical Malay Literature, Kuala Lumpur: Oxford U.P; 1969: P. Riddel, “ Earliest Quranic Exegetical Activity in the Malay-Speaking States”, Archipel, 38 (1989);

S. H. Al-Attas, “On the Need for an Historical Study of Malaysian Islamization”, JSEAH, 4,I (1963);

S.E. Dangor, Shaykh Yususf, Durban: Kat Bros, 1982; Tudjimah et. al, Syekh Yusuf Makasar: Riwayat Hidup, Karya dan Ajarannya, Jakarta: Dep. P7K, 1987;

S.M.N. al Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung: Mizan, 1990; Hamka, Sejarah Umat Islam IV, Jakarta: Bulan Bintang, 1981;

S.M.N. al-Attas, A Commentary of the Hujjat al-Siddiq of Nur al-Din al-Raniri, Kuala Lumpur: DBP, 1986.

Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.

Syafii Ma’arif, Islam, Politik dan Negara, Jakarta, LP3ES

T. Abdullah & S. Siddique (eds), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tanggara, Jakarta: LP3ES, 1988, 58-99

T. Abdullah, “Islam dalam Sejarah Nasional”, dalam Islam dan Masyarakat : Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta : LP3ES, 1987, 226-242;

terj. Bandung, Pustaka

Umar Asasuddin Sokah, 1990, Lenyapnya Islam di Spanyol, Makalah, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.

W.R. Roff, “ Islam Obscured?: Some Redflections on Studies of Islam and Society in Southeast Asia”, Archipel, 28, 1985.

“Jaringan ‘Ulama’ Timur dan Indonesia Abad ke-17”, dalam refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam: 70 Tahun Harun Nasution, Jakarta: LSAF, 1989, 358-384;

“The Surau and the Early Drewes, An Early Reform Movements in Minangkabau”, Mizan, III, 2 1990.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar