GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Filsafat Ilmu I (Logika)

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 2 SKS

 

 

I. Deskripsi Mata Kuliah :

 

Filsafat merupakan mata kuliah yang memberikan dasar dan landasan berpikir logis, sistematis dan metodologis. Setiap diskursus tentang metodologi memerlukan sentuhan-sentuhan filsafat. Tanpa sense of philosophy maka sebuah metodologi akan kehilangan substansinya.

Dalam perspektif keilmuan, posisi filsafat adalah sebagai landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan yang makin beragam, karena dalam konstruks epistemologi, filsafat dengan metodenya dapat menjadi dasarnya.

Mata kuliah Filsafat Ilmu I (Logika) ini merupakan mata kuliah dasar untuk mengenal alur berpikir dalam kegiatan keilmua. Filsafat dalam pengertian ini bukanlah “filsafat untuk filsafat”, melainkan dapat diaplikasikan dalam peningkatan penalaran, penerapan kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah serta mendiagnosis masalah dan mencari alternatif permecahannya. Dengan demikian, pembelajaran filsafat (logika) di sini tidak hanya berorientasi teoretik, tetapi juga praktik.

 

II. Tujuan :

 

Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu :

  1.   1.     memahami hakikat penalaran, proses berpikir secara ilmiah;
  2.   2.     memahami kriteria kebenaran dan sumber ilmu pengetahuan.

 

 

 

III. Materi dan Rencana Penyajian

 

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

1. Filsafat dan hakikat penalaran (pengertian, sistem dan sejarah singkat filsafat)

Ceramah

Tanya jawab

Pembagian Kelompok diskusi

2 Js

2. Logika :

• pengertian logika

• objek kajian logika

• jenis logika

• unsur logika

• sejarah singkat logika

Ceramah

Dialog

Tugas

3. Proses Berpikir :

• deduksi

• induksi

• analogi

• komparasi

 

 

Ceramah

Dialog

Tugas

 

 

4. Relasi antara logika dan bahasa

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

5. Silogisme :

• bentuk silogisme

• unsur silogisme

• hukum silogisme

• jenis silogisme

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

6. Konsep kebenaran :

• kriteria kebenaran

• sumber kebenaran

• aliran kebenaran

• dialektika filsafat

 

 

Presentasi

Evaluasi dan

Penjelasan

 

IV. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);
  5. ujian akhir semester (UAS);

 

 

V. Referensi:

 

  1.        1.         Ahmad Tafsir, 1999, Filsafat Umum, Bandung, Remaja Rosda Karya.
  2.        2.       Burhanuddin Salam. 1997. Logika Material (Filsafat Ilmu Pengetahuan). Jakarta, Rineka Cipta.
  3.        3.       Charis Zubeir, Metode Penelitian Filsafat, Yogyakarta, Fak. Filsafat UGM.

Cony R. Semiawan  et.al., 1988, Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu,

Bandung: Remaja Karya.

  1.        4.       Harold Titus,  et.al., 1984, Persoalan-persoalan Filasafat, terj. Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang.
  2.        5.       Honer dan Hunt, 1991, dalam Jujun S., Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan, Jakarta: Yayasan Obor.
  3.        6.       Jujun S. Suriasumanteri, 1990, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  4.        7.       Jujun S. Suriasumantri, 1989. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
  5.        8.       Jujun S. Suriasumantri, 1990, Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial dan Politik, Jakarta: Gramedia.
  6.        9.       Koento Wibisono, 1988, Beberapa Hal Tentang Filsafat Ilmu: Sebuah Sketsa Umum Sebagai Pengantar Untuk Memahami Hakekat Ilmu dan Kemungkinan Pembangunannya, Yogyakarta: IKIP.
  7.      10.     Langeveld, 1995, Menuju ke Pemikiran Filsafat, Jakarta, Pembangunan
  8.      11.     Lorens Bagus, 1996, Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia.

 

  1.      12.     Louis O Kattsof, 1987, Element of Philosophy, terj. Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana.
    1.      13.       Mundiri. 1996. Logika. Jakarta. PT. Rajawali Press.
    2.      14.       Poedjowijatna. 1992. Logika: Filsafat Berpikir. Jakarta, Rineka Cipta.
    3.      15.     R.G. Soekadijo. 1991. Logika Dasar: Tradisional, Simbolik dan Indoktif. Jakarta, PT. Gramedia
      1.      16.       Van Peursen, 1989, Susunan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu.
      2.      17.     W. Poespoprodjo dan T. Gilarso. 19989. Logika Ilmu Menalar. Bandung, Remaja Karya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam)

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 4 SKS

 

I. Deskripsi :

 

Filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam) ini merupakan mata kuliah yang memberikan pengembangan wawasan berpikir logis sistematis dan metodologis. Dalam perspektif keilmuan, posisi filsafat adalah sebagai landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan  yang makin beragam, karena dalam konstruks epistemologi, filsafat dengan metodenya dapat menjadi dasarnya. Sebagai contoh, fiqh pada hakikatnya adalah pemahaman yang dasarnya adalah filsafat (Islam), yang kemudian juga dikembangkan dalam ushul fiqh. Tanpa filsafat, fiqh akan kehilangan semangat inovasi, dinamisasi bahkan perubahan. Oleh karena itu jika terjadi pertentangan antara fiqh dan filsafat seperti yang pernah terjadi dalam sejarah pemikiran Islam, hal ini lebih disebabkan karena terjadinya kesalahpahaman dalam memahami risalah kenabian. Filsafat bukan anak haram Islam, melainkan anak kandung yang sah dari risalah kenabian tersebut.

Setiap diskursus tentang metodologi haruslah dibangun di atas sentuhan-sentuhan  filsafat. Tanpa sense of philosophy, maka sebuah metodologi akan kehilangan substansinya. Metodologi Studi Islam (MSI) perlu dikembangkan lebih lanjut agar visi epistemologisnya dapat menjabarkan secara integral dan terpadu tiga arus utama dalam ajaran Islam: aqidah, syari’ah dan akhlaq. Integritas ketiga aspek tersebut hendaknya dimantapkan berdasarkan kecenderungan intelektual masa kini, bukan mencatat metodologi setiap ilmu yang berkembang dalam sejarah pemikiran Islam secara parsial, melainkan berupaya menemukan hubungan-hubungan logis antar pelbagai disiplin ilmu yang berkembang dalam wacana pemikiran Islam kontemporer.

Lebih dari itu dalam era modern dan globalisasi ini, kita perlu mengembangkan ilmu agama Islam pada wilayah praksis, bagaimana ilmu-ilmu agama Islam mampu memberikan kontribusi yang paling berharga bagi kepentingan kemanusiaan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim sebelumnya. Berpadunya aspek idealisme dan realisme atau rasionalisme dan empirisme dalam paradigma keilmuan Islam perlu dikembangkan. Untuk itu, mata kuliah filsafat Ilmu II (Perspektif Pemikiran Islam) ini perlu mendapat perhatian serius, khususnya di Ma’had ‘Aly ini.

 

II.Tujuan:

 

Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu :

  1. Memahami pengertian filsafat Ilmu, relasi antara filsafat, ilmu  dan agama serta  sejarah pertumbuhan dan perkembangannya;
  2.  Berpikir filosufis, mampu membedakan antara paradigma berpikir filosufis, ilmiah dan agamis;
  3. 3.      Memahami fenomena kehidupan dan ajaran agama secara radikal-substansial dengan pendekatan filosufis dan ilmiah.

III. Materi dan Rencana Penyajian

 

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

 
 
  1. Filsafat, ilmu dan agama (Pengertian, persamaan, perbedaan dan relasi antara ketiganya);

 
  1. Filsafat, ilmu dan agama (objek, metode dan pendekatan, sumber dan sifat kebenaran);

 

 
  1. Objek Kajian Filsafat Ilmu  (ontologi, epistemologi, aksiologi);

 

 
  1. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan filsafat Ilmu;

 

 
  1. Tradisi Keilmuan Islam dan Pengaruhnya terhadap dunia Barat Modern

 
  1. Metode Memperoleh Ilmu dalam Islam;

 
  1. Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan Menurut Islam;

 
  1. Antara Ilmu, Iman dan Amal;

 

 
  1. Tanggung Jawab Ilmuwan Muslim dalam Menggali dan Mengembangkan Ilmu.

 

 

 

IV. Metode Kuliah:

 

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti Al-Ma’rifah ‘Inda Mufakkir al-Muslimin,  karya Muhammad Ghallab.

 

V. Sistem Penilaian:

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5.  ujian akhir semester (UAS);

VI. Referensi:

A.    Buku Wajib
  1. Abd. Razak Naufal,  tt., Bain ad-Din wal-‘Ilm, Cairo: Maktabah al-Wahbah.

Al-Ghazali, I hya’ Ulum al-Din, jilid IV, Dar al-Ihya.

  1. Ali Abdul ‘Azhim, 1989,  Al-Falsafat al-Ma’rifah fi al-Qur’an al-Karim, terj. A. Masykur Hakim, Bandung : C.V Rosda.
  2. Al-Qardhawi, 1989. Al-Rasul wa’l- Imu, terj. Kamaluddin Marzuki, Bandung, Rosda.
  3. Athif al-‘Iraqi, 1984. Tsaurat al-‘Aqli Fi-‘l-Falsafat al-‘Arabiyah, Dar al-Ma’arif al-Qahirah.
  4. Baqir As-Shadr,  1991, Falsafatuna, terj. M. Nur Mufid, Bandung: Mizan.
  5. Fuad Abd al-Baqi, Al-Mu’jam al-Mufahras li al-faz al-Qur’an al-Karim, Dar at-Turats al-‘Arabi
  6. Harun Hadiwijono, 1990, Sari Sejarah Filsafat Barat, jilid I dan II, Yogyakarta: Kanisius.
  7. Honer dan Hunt, 1991, dalam Jujun S., Ilmu dalam Perspektif, Sebuah Kumpulan Karangan, Jakarta: Yayasan Obor.
  8. Islmail R Al-Faruqi, 1991, “Islamisasi Ilmu-Ilmu Sosial” dalam Bagader, A. (ed.), Islam and Sociologi Perspective, terj. Mahnun Husein, Surabaya: Amar press.
  9.  Ismail R Al Faruqi, 1984, Islamisation of Knowledge, terj. Anas Muhyiddin, Bandung: Pustaka.
  10.  Jujun S. Suriasumanteri, 1990, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  11.  Jujun S. Suriasumantri, 1989. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
  12.  Jujun S. Suriasumantri, 1990, Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial dan Politik, Jakarta: Gramedia.
  13.  Koento Wibisono, 1988, Beberapa Hal Tentang Filsafat Ilmu: Sebuah Sketsa Umum Sebagai Pengantar Untuk Memahami Hakekat Ilmu dan Kemungkinan Pembangunannya, Yogyakarta: IKIP.
  14.  Koentowibisono, Ilmu, Filsafat dan Aktualisasinya dalam Pembangunan, Yogyakarta, LPM, 1985.
  15.  Louis O Kattsof, 1987, Element of Philosophy, terj. Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana.
  16.  M. Husain Shadr,  1984, “Science in Islam: Is there a Conflict” dalam Sardar, The Touch of Midas.
  17.  Mahdi Ghulsani, 1991, The Holy Qu’an and The Science of Nature, terj. Agus Efendi, Bandung, Mizan.
  18.  Miska M. Amin, 1983, Epistemologi Islam, Jakarta: UI Press.
  19.  Muhammad Ghallab, tt., Al-Ma’rifah ‘Inda Mufakkir al-Muslimin, Mesir: Dar at-Ta’lif  wa at-Tarjamah.
  20.  Sayyed Hossein Nasr, 1970, Science and Civilisation in Islam, The New American Library.
  21.  Sayyed Hossein Nasr, dalam Yazdi, Mahdi Ha’iri, 1994. Ilmu Hudhuri, Prinsip-Prinsip Epistemologi dalam Islam, Bandung, Mizan.
  22.  Van Melsen, 1990, Ilmu Pengetahuan dan Tanggung Jawab Kita, Jakarta: Gramedia.
  23.  Van Peursen, 1989, Susunan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu.
  24.  W.C Kittick, 1989, Ibn ‘Arabi’s Metaphisics of Imagination: The Sufi Path of Knowledge, New York: State University Press.
  25.  Weinsink, 1962. Al-Mu’jam al-Mufahras li alfazh al-Hadits.
  26. Abdul Halim Mahmud, 1979, Mauqif al-Islam Min al-Fanni, wal-’ilmi wal-falsafati, Cairo: Dar As-Sya’bi.
  27. Abdurrahman Wahid, 1987, “Tradisi Keilmuan Dalam Islam” dalam Tantangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: L P M UII.
  28. Abdussalam, 1983, Sains dan Dunia Islam, terj. Baiquni, Bandung: Pustaka.
  29. Ahmad Haris Zubair, dalam Irma Fatimah, ed. 1992. Filsafat Islam Kajian Ontologis, Epistemologis, Aksiologis, Historis-Prospektif, Yogyakarta, LESFI.
  30. Ahmad Tafsir, 1999, Filsafat Umum, Bandung, Remaja Rosda Karya.
  31. Amin Abdullah, 1992, Aspek Epistemologi Filsafat Islam, makalah, Yogyakarta: IAIN.
  32. C.A. Qadir, 1989, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan dalam Islam, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  33. Charis Zubeir, Metode Penelitian Filsafat, Yogyakarta, Fak. Filsafat UGM.
  34. Cony R. Semiawan  et.al., 1988, Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu, Bandung: Remaja Karya.
  35.  D.F. Beerling, 1988, Filsafat Dewasa ini, terj. Hasan Amin, Jakarta: Balai Pustaka.
  36.  De Boer, 1961, The History of Philosophy in Islam, terj. E.R. Jones, New York: Dover Publication, Inc.
  37.  Frans Magnis Suseno, 1991, Bersilsafat dari Konteks, Jakarta: Gramedia.
  38.  Harold Titus,  et.al., 1984, Persoalan-persoalan Filasafat, terj. Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang.
  39.  Langeveld, 1995, Menuju ke Pemikiran Filsafat, Jakarta, Pembangunan
  40.  Lorens Bagus, 1996, Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia.
  41.  Madjid Fakhry,  1983, A History of Islamic Philosophy, New York: Colombia University Press.
  42.  Muhammad Iqbal, 1981, The Reconstruction of Religion Thought in Islam, New Delhi: Kitab Bhavana.
  43.  Muhammad Rasyidi, 1985, Filsafat Agama, Jakarta, Bulan Bintang.
  44.  Munawar Ahmad Anees, 1991, “Menghidupkan Kembali Ilmu” dalam Al-Hikmah, Juranal Studi-studi Islam, Juli-Oktober, Bandung: Yayasan Mutahhari.
  45.  Noeng Muhadjir, 1987, “Mengintegrasikan Wawasan Islam dan Ilmu Pengetahuan”, Tim
  46.  Quraisy Shihab, 1992, Membumikan al-Qur’an, Bandung, Mizan
  47.  Zainuddin, M. 2003. Filsafat Ilmu: Perspektif Pemikiran Islam, Malang, Bayu Media.
  48.  Ziauddin Sardar, (ed.)., 1984, The Touch of Midas: science Values and environment in Islam and the West, Manchester University Press.
  49.  Ziauddin Sardar, 1989, The Future of Muslim Civilization, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

B. Buku Anjuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM DIRASAH (GBPD)

Mata Dirasah               : Sejarah Sosial Islam

Kode Mata Dirasah     :

SKS/ JS                       : 4 SKS

 

 

 

I. Deskripsi :

 

          Citra buruk umat Islam pada kebanyakan kalangan non-Muslim Barat amat lekat di pikiran mereka. Islam dianggap sebagai “agama pedang”, agama kekerasan, otoriter dst. Ketika melihat praktik kehidupan bernegara di dunia Islam, Samuel Huntington dan Fukuyama berkesimpulan, bahwa Islam tak kompatibel dengan demokrasi. Semua itu dikaitkan dengan praktik otoritarianisme yang dilakukan oleh sebagian warga atau pemimpin Islam di Timur Tengah. Dan akhir-akhir ini, pasca peristiwa WTC 11 September 2001 dan  bom Bali  citra Islam  semakin bertambah rendah di mata mereka.

Kajian mata kuliah Sejarah Sosial (Umat) Islam mengikuti perspektif  Akbar S. Ahmed, dengan menggunakan paradigama tipologi, yaitu tipe ideal Muslim dan tipe hsitoris. Konsep tipe ideal mengacu pada masyarakat Arab abad ke-7. Dalam Islam terdapat dua unsur utama yang saling menunjang dan saling melengkapi. Unsur pertama bersumber dari kitab suci dan unsur kedua bersumber dari kehidupan Nabi (sirah Nabawiyah, sunnah).

Tipe ideal adalah tipe yang paling abadi dan taat azaz (konsisten). Sejarah Islam (sosial umat Islam) mengandung banyak bukti yang menunjukkan adanya hubungan dinamis antara masyarakat dengan upaya para ulama’ dan para intelektual Muslim untuk mencapai model ideal. Wawasan dan tipe ideal tersebut membuka peluang timbulnya dinamika dalam masyarakat Muslim. Ketika dalam proses pergumulan sejarahnya inilah umat Islam menghadapi tantangan yang berat dan kerapkali jauh dari wilayah yang ideal tadi. Itulah maka ada term Islam ideal dan Islam historis. Mata kuliah ini ingin melihat dua sisi sejarah Islam, baik ideal maupun historis.

 

II.Tujuan :

Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu :

  1. memahami pertumbuhan dan perkembangan sejarah sosial umat Islam;
  2. 2.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam dari periode klasik hingga modern;
  3. 3.      memahami peta pemikiran dan peran umat Islam Indonesia.

 

 

 

 

 

 

III. Materi dan Rencana Penyajian

Pokok/ Sub Pokok Bahasan

 

Kegiatan Belajar

Waktu

Sumber

  1. 1.      Teori Sejarah Islam

 

 

 

2. Periodesasi Sejarah Islam:

Periode Nabi Muhammad saw. dan Khulafaurrasyidin

Periode Daulah Umayyah dan Abbasiyah

Periode Daulah Usmaniyah Turki

Periode Daulah Shafawiyah Persi

Periode Kerajaan Mongol India

 

 

 

3.Sebab-sebab kemunduran umat Islam dan kemajuan dunia Barat

 

 

 

4. Zaman Baru Islam dan Munculnya nation-state

 

 

 

5. Islam di Asia Tenggara: nasionalisme, etnisitas dan agama.

 

 

 

6. Sejarah Masuk dan perkembangan Islam di Indonesia

 

 

 

7. Akar gerakan sosial umat Islam Kontemporer:  Wali Songo, Kiai, Pesantren dan tarekat.

 

 

 

8. Reformisme Ulama Jawi Abad ke-17

 

 

 

9. Pembaruan Islam di Indonesia: (Kaum Padri, al-Irsyad dan Jami’at al-Khair,

 

 

 

10. Muhammadiyah dan Persis, Syarikat Islam dan Jong Islamiten Bond, NU, Masyumi).

 

 

 

11. Islam Kontemporer di Indonesia:

 

 

 

 

10. Pergumulan umat Islam dalam Indonesia Baru

 

 

 

11. NU, Islam dan wawasan kebangsaan.

 

 

 

12. Munculnya Partai-partai Islam di Indonesia

 

 

 

 

 

IV. Metode Kuliah:

Kuliah dilaksanakan dengan metode ceramah, dialog dan diskusi. Sebelum kuliah berlangsung, mahasiswa diberi tugas untuk menulis makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan secara kelompok untuk didiskusikan sesuai giliran yang telah ditentukan jadwalnya. Untuk tugas individu mahasiswa diberi tugas menulis resensi buku yang terkait dengan mata kuliah. Ditekankan buku yang diresensi adalah buku baru atau kurang dari satu tahun terbit. Kecuali buku lama yang menomental yang ditulis oleh para pakar, seperti  Fajr al-Islam karya Ahmad Amin.

V. Sistem Penilaian:

 

Penilaian akhir meliputi:

  1. keaktifan mahasiswa di kelas dalam berdialog dengan dosen pembimbing;
  2. diskusi kelompok;
  3. tugas makalah atau resensi yang ditulis;
  4. ujian tengah semester (UTS);

5.   ujian akhir semester (UAS);

 

 

VI. Referensi:

 

  1. Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1999.
  2. Azyumardi Azra, “Islam di Asia Tenggara: Pengantar Pemikiran, dalam Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, Jakarta: Obor, 1989;
  3. Azyumardi Azra, “Akar Historis Pembaharuan Islam di Indonesia”, dalam  M.D. Syamsuddin (ed.), Muhammadiyah Kini & Esok, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990, 1-32
  4. Azyumardi Azra, The Transmission of Islamic Reformism, M.C. Quzwain, mengenal Allah: Suatu studi mengenai Ajaran Tasawwuf Shaykh ‘abdus Samad al-Falimbani, Jakarta: Bulan Bintang, 1984 vol. II, 346-582; Bab 5 dan Bab 6.
  5. A.Daudy, Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin ar-Raniri, Jakarta: Rajawali, 1983;S. Harun, Doktor, IAIN Jakarta, 1988;
  6. Hasymy, Sejarah Masuk dan Perkembangannya Islam di Indonesia,  Semarang, al-Ma’arif, 1993
  7. A.H. Johns, “ Quranic Exegesis in the Malay world: In Search of a Profile”, dalam a. Rippin (ed), Approaches to the history of the interpretation of the Qur’an, 1988;
  8. A.H. Johns, “Islam di Asia Tanggara: Masalah Perspektif” dalam T. Abdullah (ed), Islam di Asia Tenggara : Perspektif Sejara, Jakarta: LP3ES, 1989, 37-47;
  9. A.H. Johns, “Sufism asa Category in Indonesian Literatur and History”, JSEAH 2, II 1961.
  10.  A.H. Johns, “Friends in grace: Ibrahim al-Kurani and ‘Abd al-Ra’uf al-Singkeli”, dalam S. Udin (ed), Spectrum: Essay Presented to Sutan Takdir Alisjahbana, Jakarta: Dian Rakyat, 1978.
  11.  Abdullah, Perkembangan Ilmu Tasawwuf dan tokoh-tokohnya di Nusantara, Surabaya; al-Ikhlas, 1980;
  12.  Abu Hamid, “Syekh Yusuf Tajul Khalwati: Suatu Kajian Antropologi Agama”, disertai doktor, Unhas, 1990;
  13.  Ahmad Amin. 1972. Yaum al-Islam, Mesir, Maktabah al-Nahdhah.
  14.  Ahmad Amin. tt. Dhuha al-Islam, Juz III (Mesir: Maktabah an-Nahdhah)
  15.  Ahmad Syalabi, 1978. Mausu’at at-Tarikh al-Islami, Juz III Mesir: Maktabah an-Nahdhah
  16.  Akbar S Ahmed. 1992. Citra Muslim, Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terjemahan Nunding Ram dan Ali Yaqub, Jakarta, Erlangga.
  17.  Andre Feillard, NU VIS a VIS Negara, Yogyakarta, LKiS

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, Rajawali Press Bandung, Sumur Bandung

  1.  Dobbin, “Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of Country”, Modern Asian Studies, 8, III ( 1974; Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra 1784-1847, London: Curzon, 1983;
  2.  Dawam Raharjo, (ed.) Islam Indonesia Menatap Masa Depan, Jakarta: P3M.
  3.  Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta, LP3ES, 1982.
  4.  Fatimi, Islam Comes to Malaysia, 1963; S.M.N. al-Attas, Premilinary Statement of a General Theory of Islamization of the Malay-Indonesiaan Archipelago, 1969;
  5.  Gibb H.A.R.& J.H.Kramers, Shorter Encyclopaedia of Islam, Zuzac & co.
  6.  H.J. Benda, “The Structure of Southeast Asian HistorY: Some Preliminary Observatuion”, JSEAH, 2,I, 1962.
  7.  H.J. de Graaf, “Islam di Asia Tenggara sampai abad Abad 18”, dalam A. Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tanggara;
  8.  H.J. de Graff &Th. G. Th. Pegeaud, KerajaanKerajaan Islam di Jawa, Jakarta: Gafiti, 1984;
  9.  H.J. de Graff, Islam di Asia Tenggara sampai Abad 18”, A.C. Milner, “Islam dan Negara Muslim”, dalam A.Azra (ed), Perspektif Islam di Asia Tenggara, 1-35;
  10.  H.W. Abdullah, Perkembangan Ilmu Fiqih dan tokohtokohnya di Nusantara, Solo: Ramadhani, 1985;
  11.  Hasan al-Idrus, Penyebaran Islam di Asia Tenggara, Jakarta, Lentera 1996.
  12.  Hefner, Robert W. 2000. Civil Islam, Muslim and Democratization in Indonesia, Princeton University Press.
  13.   Hitti, Philip K, 1970, The Arabs: A short History, terj. Ushuluddin Hutagalung, Bandung, Sumur Bandung
  14.  Husen. Nasr 1970, Science and Civilization in Islam, The New American Library.
  15.  Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid IV
  16.  K. Steenbrink, “Lembaga-lembaga Pendidikan Islam” dan “Lembaga Pendidikan dan Fungsinya dalam Pengembangan Islam”, dalam beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19, Jakarta: Bulan Bintang, 1984, 151-172;
  17.  Kuntowijoyo, 1991, Paradigma Islam, Interpretasi Untuk Aksi , Mizan Bandung.
  18.  Kuntowijoyo, 1994, Dinamika sejarah Umat Islam Indonesia, Yogyakarta, Shalahuddin Press.
  19.  M. A.Jabbar Beg, 1980. Islam and Western Concepts of Civilization, Kuala Lumpur, The University of  Malaya Press.
  20.  M. Van Bruinessen, “ Kitab kUning: Bokks in Arabic Script used in the Pesantren Milieu”, BKI 146 1990.
    1.  M.A. P Meilink-Roelofsz, Asian Trade in European Influence in the Indonesianan Archipelago between 1500 and about 1630, Den Haag: Nijhoff, 1962.
  21.  Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan, 1992;
  22.  Masdar F. Masudi, Agama Keadilan,  Jakarta, Pustaka Firddaus, 1991.
  23.  Munawir Syazali, Islam Politik dan Negara, INIS
  24.  Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung, Mizan, 1990.
  25.  Nouruzzaman Shiddiqi, 1986, Tamaddun: Bunga Rampai Sejarah Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.
  26.  P.Riddell, Transferring a Traditary, ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili’s Rendering ito Malay of the Jalayn Commentary, barkeley: Univ. of California, 1990;
  27.  Poeradisastra, 1986, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta: P3M.
  28.  R. Jones, “Ten Conversion Myths from Indonesia; dalam N.  Levtzion (ed), Conversion to Islam, New York:
  29.  R.O. Winstedt, A History of Classical Malay Literature, Kuala Lumpur: Oxford U.P; 1969: P. Riddel, “ Earliest Quranic Exegetical Activity in the Malay-Speaking States”, Archipel, 38 (1989);
  30.  S. H. Al-Attas, “On the Need for an Historical Study of Malaysian Islamization”, JSEAH, 4,I (1963);
  31.  S.E. Dangor, Shaykh Yususf, Durban: Kat Bros, 1982; Tudjimah et. al, Syekh Yusuf Makasar: Riwayat Hidup, Karya dan Ajarannya, Jakarta: Dep. P7K, 1987;
  32.  S.M.N. al Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, Bandung: Mizan, 1990; Hamka, Sejarah Umat Islam IV, Jakarta: Bulan Bintang, 1981;
  33.  S.M.N. al-Attas, A Commentary of the Hujjat al-Siddiq of Nur al-Din al-Raniri, Kuala Lumpur: DBP, 1986.
  34.  Stoddard, Lothrop, 1922, The New World of Islam, New York, dikutip dari C.A Qadir.
  35.  Syafii Ma’arif, Islam, Politik dan Negara, Jakarta, LP3ES
  36.  T. Abdullah & S. Siddique (eds), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tanggara, Jakarta: LP3ES, 1988, 58-99
  37.  T. Abdullah, “Islam dalam Sejarah Nasional”, dalam Islam dan Masyarakat : Pantulan Sejarah Indonesia, Jakarta : LP3ES, 1987, 226-242;
  38.  Umar Asasuddin Sokah, 1990, Lenyapnya Islam di Spanyol, Makalah, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.
  39.  W.R. Roff, “ Islam Obscured?: Some Redflections on Studies of Islam and Society in Southeast Asia”, Archipel, 28, 1985.
  40.  “Jaringan ‘Ulama’ Timur dan Indonesia Abad ke-17”, dalam refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam: 70 Tahun Harun Nasution, Jakarta: LSAF, 1989, 358-384;
  41.  “The Surau and the Early Drewes, An Early Reform Movements in Minangkabau”, Mizan, III, 2 1990.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *