MURAH HATI

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Mari bersama-sama kita merenungkan kembali ajaran-ajaran yang dibawa oleh agama kita, yang disampaikan oleh Tuhan melalui para rasul-Nya. Bahwa agama kita selalu memerintahkan kita  untuk selalu berbuat baik dan melarang untuk berbuat jahat (al amru bi-‘l-ma’ruf  wa-‘l-nahyu ‘an ‘l-munkar).

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah ke bumi ini adalah untuk tugas mulia, yaitu “menyempurnakan akhlak manusia”, memperbaiki prilaku manusia yang rusak. Beliau bersabda: Buistu liutammima shalih ‘l-akhlaq. Dalam riwayat lain disebutkan Innama buistu liutammima husn ‘l-akhlaq.  Akhlak, prilaku yang terpuji, berbuat baik kepada sesama manusia dan kepada sesama makhluk Allah adalah  ajaran yang dibawakan oleh agama kita. Dan diantara salah satu akhlak yang terpuji  (al-akhlaq al-mahmudah) itu adalah sifat murah hati, santun, dan lemah lembut.

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Marilah kita mengikuti ajaran agama kita, marilah kita mengikuti teladan nabi kita. Bagi orang Islam Tuhan memerintahkan untuk mengikuti jejak seorang rasul, Muhammad saw. yang  memiliki kepribadian terpuji, yang segala tingkah lakunya perlu diikuti..  Pada diri rasul terdapat apa yang disebut dalam al-Qur’an sebagai uswah hasanah, teladan yang baik, yaitu: kesalehan, kesabaran, kelemahlembutan, kasih  sayang dan kejujuran. Kelemahlembutan rasul misalnya tampak ketika beliau menghibur seoarang bocah yang kehilangan ternak gembalaannya, ketika beliau meneteskan air mata sewaktu menyampaikan berita duka kepada salah seorang istri sahabatnya dan ketika beliau sendiri yang bangun membukakan pintu bagi seekor kucing yang sedang berlindung di kediamannya.

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Nilai-nilai islami yang tercermin dalam figur rasul yang melampaui batas ikatan primordialisme dan sektarianisme memberikan rasa aman dan terlindung bagi masyarakat yang pluralistik. Perkawinan beliau dengan seorang istri dari luar rumpun  keluarga, kecintaannya terhadap Bilal, seorang budak kulit hitam yang menjadi muazzin pertama Islam, dan pidatonya pada kesempatan haji wada’ di Arafah yang menentang pertikaian suku dan kasta telah membuktikan sikap arif dan bijak kepemimpinannya. Oleh sebab itu seperti yang dikatakan oleh Ashgar Ali,  bahwa konsep jihad (berjuang) dalam perspektif Islam tidak memaksa orang untuk memeluk Islam sebagai sebuah agama, melainkan berjuang untuk memerangi kemungkaran dan mengakhiri penindasan oleh orang kuat (al-mustakbirin) terhadap orang lemah (al-mustadh’afin).

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Semua utusan Tuhan (rasul) digambarkan dalam al-Qur’an sebagai pembela al-mustadh’afin untuk menghadapi al-mustakbirin, seperti Musa yang digambarkan sebagai pembebas bangsa Israel dari penindasan raja Fir’aun.

 

 

“Dan Kami hendak memberi karunia bagi orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-rang yang mewarisi bumi” Demikian kata Allah dalam al-Qur’an. 28:5.

Muhammad diperintah oleh Allah ke dunia untuk membebaskan  masyarakat Arab dari krisis moral dan sosial, melakukan reformasi total. Beliau secara tegas berani memberantas praktik-praktik akumulasi kekayaan melalui cara yang ilegal (baca: KKN) oleh konglomerat Arab saat itu. Dan gerakan reformasi rasul itulah yang kemudian membuat mereka berang dan merasa terancam kepentingannya. Hingga kemudian rasul beserta seluruh keluarga bani Hasyim diboikot dari hubungan kerja dan pergaulannya.

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Ahmad Amin, seorang penulis produktif sejarah Islam dari Mesir, menjelaskan bahwa pada hakikatnya kelompok hartawan Makkah bukan tidak mau menerima ajaran tauhid  yang dibawa oleh rasulullah Muhammad atau penentangannya  terhadap penyembahan berhala, melainkan yang sangat dirisaukan adalah gerakannya yang mengarah pada “ancaman” praktek monopoli dan korupsi yang mereka lakukan.

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Pengaruh gerakan reformasi Muhammad saw. betul-betul mengguncang dunia dan dengan waktu (kurang lebih 23 tahun) mampu mewujudkan sebuah masyarakat  ideal, masyarakat yang  secara sosiologis berada dalam kelas kesejajaran, atau kalau menurut istilah Ashgar Ali, “masyarakat tanpa kelas”. Status manusia tidak diukur oleh simbol kekayaan maupun jabatan atau pangkat, melainkan diukur oleh kesalehannya.

 

Saudara-saudara yang dimuliakan oleh Tuhan.

Itulah sosok Muhammad, orang pertama yang memikirkan proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat Makkah secara serius, radikal dan humanistik. Beliau tidak sekadar menyeru orang untuk men-tauhid-kan Allah semata, melainkan juga membangun masyarakat baru yang demokrastis, berperdaban, tidak korup dan eksploitatif.

Terakhir, marilah kita merenungkan pesan-pesan Rasul Muhammad  dalam beberapa hadisnya di bawah ini:

 

 

Abu Hurairah ra. berkata, bahwa pernah ada seorang Badui kencing dalam masjid, maka orang-orang ramai ingin memukulinya, lantas Nabi mencegahnya seraya berkata:  “Biarkan dia dan siram kencing itu dengan air setimba. Sesungguhnya kami diutus untuk meringankan dan tidak untuk menyusahkan”  (H.R. Bukhari).

 

 

 

 

Ibn Mas’ud  ra. berkata, bersabda Rasulullah saw. : “Sukakah saya beritahukan kepadamu orang yang diharamkan masuk neraka? Neraka itu haram bagi orang yang berperangai lemah-lembut, tenang dan baik budi” (H.R. Turmuzi).

 

 

Dari “Aisyah ra. , Rasul bersabda: “Sesungguhnya Allah itu lembut dan tenang, suka pada ketenangan dalam segala urusan”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *